Berita

“Ingatkan Manusia akan Meninggal”, Danlanud Iswahjudi Ziarah ke Gunung Bancak

“Ingatkan Manusia akan meninggal”, Danlanud Iswahjudi Ziarah ke Gunung Bancak
#TNIAU 

TNI AU. Penlanud Iswahjudi (19/9). Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., beserta para pejabat dan penerbang Lanud Iswahjudi menuju Gunung Bancak, berziarah ke Makam K.P.A.H. Raden Prawirodirjo III dan G.B.R. Ay. Maduretno, tepatnya di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kab. Magetan.

Sebelum acara ziarah tersebut Kabintal Letkol Sus Uwar S. Ag., menyatakan, tujuan pelaksanaan ziarah ini adalah untuk mewarisi nilai perjuangan K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III, sebagai Bupati Madiun ketiga wilayah manca negara, sekaligus nguri-nguri tradisi sebagai kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Selanjutnya beliau juga minta untuk menyamakan persepsi bahwa ziarah bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa kita semua akan meninggal seperti ahli kubur.

Ziarah ke Pesarehan Nyi Ratu yang biasa dipanggil warga, atau pesarehan K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III dan G.B.R.Ay. Maduretno, merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan Lanud Iswahjudi di bulan Muharam, doa dipimpin oleh kyai Maksudi, diikuti oleh Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., Ketua PIA AG Cabang 2/D II Lanud Iwj Ny. Yanti Ikoputra, Komandan Wing 3 Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., Dandepohar 80 Kolonel Tek Iwan Agung Djumaeri, ST. MM, Dandepohar 60 Kolonel Tek Wahyu Laksito, Kadisops, Kadislog, segenap pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub  serta para penerbang.

Makam K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III dan G.B.R.Ay. Maduretno dikenal masyarakat sekitar sebagai sarehan Ratu, pada pesarehan terdapat dua makam utama yakni makam K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III dan G.B.R.Ay. Maduretno. Makam terletak didalam sebuah bangunan berbentuk rumah. Sejarah K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III adalah Adipati Maospati Madiun ke III sedangkan G.B.R.Ay. Maduretno adalah putri Hamengkubuwono II dan merupakan permaisuri K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III. K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III, dihukum mati sebagai pemberontak melawan penjajah Belanda dan dimakamkan di makam pemberontak Banyu Sumurup tahun 1810. Pada tahun 1957 K.P.A.H. Ronggo Prawirodirjo III, dinyatakan sebagai pejuang perintis perlawanan terhadap kolonial Belanda oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan dimakamkan kembali di Gunung Bancak Desa Giripurno bersama G.B.R.Ay. Maduretno.

 

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel