Berita

INSTRUKTUR PENERBANG DILANTIK

Dibaca: 34 Oleh 25 Nov 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Seorang Instruktur harus memiliki kemampuan untuk transfer skill dan knowledge sehingga siswa atau penerbang muda di sekolah penerbang dan di satuan dapat memahami apa saja yang harus dilakukan tanpa ada pembiasan, demikian amanat Komandan Komando Pendidikan Angkatan Udara (Dankodikau) Marsekal Muda TNI M.Nurullah, S.IP yang dibacakan oleh Wadan Kodikau Marsekal Pertama TNI Asep Adang S, pada Upacara Penutupan Pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) Angkatan ke-70 di Wisma Adisutjipto, Lanud Adisutjipto, Senin (25/6).

Lebih lanjut dikatakan, setiap instruktur harus terus memelihara dan mengembangkan pengetahuan dan kemahiran yang telah dikuasai, sehingga akan dapat mengoptimalkan penggunaan jam terbang dengan tidak mengurangi kualitas pendidikan yang akan diperoleh. ” Lakukanlah langkah-langkah preventif dengan penuh perhitungan dan cerdas dalam mengambil keputusan-keputusan yang berkaitan dengan safety penerbangan,” tambahnya.

Komitmen terhadap road to zero accident, Dankodikau berharap agar slogan know your limitation harus dimengerti, dipahami, dihayati dan dijadikan dasar untuk melaksanakan misi penerbangan sesuai dengan rencana yang dipersiapkan. Untuk mewujudkannya sangat tergantung kepada kepekaan terhadap potensi terjadinya kecelakaan.

Baca juga:  Patigama 88 Bagikan APD di Sejumlah Rumah Sakit TNI AU

Lulusan terbaik Pendidikan SIP Angkatan 70 yakni Kapten Pnb Sandra Gunawan. Beliau biasa menerbangkan pesawat Super Tucano di Skadron 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Penerbang muda kelahiran Makasar, 26 Maret 1982 dan merupakan Alumnus AAU tahun 2004, sebelum menerbangkan pesawat Super Tucano, karirnya dimulai dari menerbangkan pesawat OV-10. Ketika pesawat Super Tucano yang baru hadir di Indonesia, pria yang dikaruniai 2 orang anak ini kembali mengawaki Super Tucano. Disela-sela upacara Kapten Pnb Sandra Gunawan menyampaikan kepada staf penerangan Lanud Adisutjipto, bahwa ilmu yang didapat dari pendidikan ini ditransfer kepada para yuniornya secara totalitas.

Pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang A-70 kali ini, diikuti oleh 10 orang yang berasal dari berbagai Skadron, yang terdiri dari 8 perwira TNI AU dan 1 perwira TNI AD, dan 1 perwira TNI AL. Pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang ini, merupakan program pembinaan penerbang TNI yang dilaksanakan setiap tahun dengan lama pendidikan berkisar 6 bulan. Dengan Program Pendidikan ini diharapkan kaderisasi Instruktur Penerbang dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Baca juga:  Jaga Keselamatan Bekerja, Sopir Taksi Puskopau Halim Perdanakusuma Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

Hadir dalam upacara penutupan SIP Angkatan 70 ini, diantaranya Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, SE, Dikbangpers Kodiklat TNI Marsma Emir Panji, Danlanal Kol (P) Daniel, Para pejabat dari Kodikau, Komandan Wingdik Terbang Adisutjipto dan para pejabat di lingkungan Lanud Adisutjipto.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel