TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

IRJENAU PRESENTASI DI DEPAN 7 PROFESOR UNM

By 27 Nov 2017Berita
2017-11-27-paparan-irjen

TNI AU. Inspektur Jenderal TNI Angkatan Udara (Irjenau) Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono, SE., M.M memaparkan Progres hasil penelitian disertasinya, dengan judul “Strategi Pengembangan Alutsista TNI AU dalam Perspektif Ancaman NKRI”. sebagai salah satu persyaratan akademik dalam penyelesaian Study Program Doktor (S-3) di Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM),  Jumat (24/11/2017).

Dalam paparannya di depan 7 Guru Besar UNM yang terdiri : 1.Prof. Dr. Jasruddin, M.Si, 2.Prof. Dr. Rifdan, M.S., 3.Prof. Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd, 4.Prof. Dr. Suradi Tahmir, M.Si 5.Prof. Dr. Ruslan, M.Pd, 6.Prof. Dr. Hamzah Upu, M.Ed, 7.Prof. Dr. Muh. Jufri, M. Psi. Umar Sugeng Haryono mengatakan bahwa pengembangan alutsista TNI AU mutlak untuk dilakukan bila dilihat dari potensi ancaman dan luas wilayah NKRI.

Pengembangan alutsista TNI Angkatan Udara ke depan sangat ditentukan oleh Konsep strategi pengembangan alutsista yang dimiliki, dengan berorientasi kepada luas wilayah dan potensi ancaman yang dihadapi oleh Indonesia. Dalam artian bahwa pengembangan alutsista TNI AU merupakan salah satu bentuk alternatif strategi (strategic alternative) pertahanan negara dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. kata mantan Pangkoopsau II ini.

 Lebih lanjut Alumni AAU tahun 1986 ini mengatakan bahwa fokus penelitian ini adalah penelaan strategi kebijakan pengembangan alutsista berkaitan dengan postur, dislokasi gelar alutsista saat ini, sehingga dapat ditemukan konsep strategi kebijakan pengembangan alutsista TNI Angkatan Udara yang ideal dalam rangka menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri, ancaman militer maupun nonmiliter.

Sementara itu, salah satu Tim Penguji sekaligus Kopromotor yaitu Prof. Dr. Jasruddin, M.Si.  mengatakan, bahwa seminar ini adalah tahapan untuk program studi by riset. Program studi by riset itu berdasarkan undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah dan dikaitkan dengan standar klarifikasi indonesia ke KNI, dimana penekanan program S3 adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis riset.

“Jadi dasar hukumnya jelas,”. Oleh sebab itu, program Pasca Sarjana Universitas Negeri  Makassar (UNM) telah menyusun standar operasional prosedur khusus untuk program by riset yang membedakan dengan program reguler, kata Direktur Pasca Sarjana UNM ini.

Para Guru besar sangat  mengapresiasi progres hasil penelitian Irjenau Marsda TNI Umar Sugeng Hariyono, SE., MM. dan  berharap agar tetap konsisten karena masih ada sekian langkah lagi yang harus dilalui untuk sampai pada tahapan ujian hasil.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

IRJENAU PRESENTASI DI DEPAN 7 PROFESOR UNM