Berita

Isra’ Mi’raj Peristiwa Luar Biasa

Dibaca: 148 Oleh 16 Mei 2010Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa sebagai tanda kekuasaan Allah SWT, yang pada waktu itu belum bisa ditelaah oleh akal manusia, namun para sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW mempercayai peristiwa tersebut dengan penuh keimanan yang intinya adalah perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban umat muslim seluruh dunia.

 

Dengan peristiwa yang terjadi pada beberapa abad yang lampau, warga Lanud Iswahjudi yang beragama Islam, memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu peristiwa turunnya wahyu Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, untuk memperkuat kerasulannya, di Masjid Al Ukhuwwah Lanud Iswahjudi, Kamis (30/7).

 

Peringatan Isra’ Mi’raj 1430 Hijrah/2009 tersebut mendatangkan penceramah Drs. H. Mahmudi, M.Si. dari Sragen, yang diikuti seluruh anggota Lanud Iswahjudi dan Insub serta ibu-ibu PIA Ardhya Garini, dihadiri para Kadis, Dansat, dan Perwira Staf lainnya.

 

Pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Bambang Samoedro S.Sos., mengatakan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj mengandung makna yang dapat dijadikan momentum untuk instrospeksi terhadap pelaksanaan ibadah sholat lima waktu. Karena nilai ibadah sholat dapat mengilhami kita untuk bersikap disiplin, jujur dan mempunyai semangat juang dalam pelaksanaan tugas dengan penuh dedikasi, percaya diri dan pengorbanan serta kesucian niat.

Baca juga:  LANUD REMBIGA SOSIALISASI PENERIMAAN KARBOL

 

Sementara itu Drs. H. Mahmudi, M.Si., dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Is’ro Mi’raj adalah perintah Allah SWT untuk melaksanakan sholat lima waktu bagi umat muslim diseluruh dunia yang diturunkan melalui Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. Karena dengan sholat segala sesuatu dapat diselesaikan.

 

Lebih lanjut dikatakan, apabila kita dapat melaksanakan sholat dengan benar, maka kita akan jauh dengan perbuatan yang mungkar, serta kita diharuskan banyak bersyukur karena dengan banyak bersyukur kita akan menjadi tawadhu’, sehingga segala sesuatu dilakukan berdasarkan pikiran, nalar dan banyak pertimbangan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel