Pustaka

JF-17 Setara F-16?

Dibaca: 264 Oleh 11 Des 20121 komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 
JF-17 Setara F-16?
Benarkah pesawat JF-17 produksi China-Pakistan memiliki kemampuan setara F-16 ? (Deddi F. Aliansyah – Bekasi)

Berdasarkan informasi dan diskusi dengan sumber yang bisa dipercaya nampaknya pertanyaan ini cukup beralasan. Pesawat JF (Joint Fighter)-17 yang sebelumnya bernama FC-1 (Fighter China-1) nampak sekilas seperti pesawat Northop F-20. Hasil kerjasama dengan pembiayaan pengembangan 50:50 antara China dan Pakistan ini dibuat oleh Chengdu Aircraft Corporation dan Pakistani Aeronautical Complex. Pengembangan utama dilaksanakan di Chengdu Aircraft Design Institute dengan mesin penggerak utama  Klimov RD-93 buatan Rusia yang juga digunakan untuk pesawat MiG-29.

Prototipe FC-1 mulai terbang tanggal 25 Agustus 2003 dan pesawat mulai diproduksi tahun 2006. Pada 23 Maret 2007 sepasang JF-17 sudah mengikuti flypass pada parade militer perayaan Hari Pakistan di Islamabad. Penerbang Pakistan sangat puas dengan performa pesawat ini yang dikatakan tidak kalah dengan F-16. Produksi awal mulai diserap oleh Pakistan sebanyak 50 pesawat mulai tahun 2007 untuk menggantikan pesawat Northrop F-5 Tiger, Dassault Mirage III/5, Shenyang J-6, MiG-21/F-7 Fishbed, dan Nanchang Q-5, dengan perkiraan jumlah yang dibutuhkan oleh AU Pakistan mendekati angka 250 buah pesawat dengan upgrading avionik dilakukan terus menerus selama proses produksi. Pakistan ikut memproduksi sayap dan fin serta pengembangan perangkat lunak avionik yang dibutuhkan.

Secara umum JF-17 memiliki penampakan aerodnamik konvensional, dengan sayap di tengah, lubang udara lateral, bubble canopy dan drag chute. Namun untuk lubang masuk udara sudah menggunakan diffuser supersonic inlet seperti milik F-35 untuk efisiensi udara masuk lebih baik.

JF-17 Pakistan dilengkapi radar Pulse Doppler buatan Grifo-7 dari Italia dengan kemampuan multi-track, multi-mode dengan 25 mode yang mampu mengendalikan look down-shoot down dan menjejak sasaran permukaan di samping sasaran udara. Pesawat bisa juga dilengkapi radar buatan Thales RC400, Marconi, Phazotron Rusia, dan KLJ-7 China.

Avioniknya dilengkapi dua mission computer berdasarkan sistem data bus Mil STD-1553B. Jantung dari sistem ini adalah Weapon & Mission Management Computer 32 bit untuk perhitungan misi, manajemen terbang, dan tempur serta inflight self test.

Untuk navigasi menggabungkan INS Ring Laser Gyro dengan GPS. Sistem komunikasi menggunakan dua radio wide band independent data link  yang dilengkapi anti-jamming. Sistem perang elektronika dilengkapi self jammer, sistem peringatan ancaman rudal, radar warning receiver dan chaff/flare dispenser, dan peralatan interrogator kawan dan lawan (IFF) untuk pertempuran BVR (diluar jarak pandang). Glass cockpit dengan tiga layar warna lebar multifungsi serta smart Head Up Display. Sistem HOTAS (Hand On Throttle and Switch) serta Laser Designator dan targeting untuk deteksi dan pembidikan sasaran pada siang dan malam hari. (Agung Sasongkojati)

Sumber: www.angkasa.co.id

Baca juga:  K. 14

Gabung dalam diskusi 1 komentar

  • Jalak putih 17 berkata:

    Bismillah jika Jf.17 dan L.159 bisa kita kembangkan jadi skadron sekolah latih tempur kenapa tidak?,variannya pun banyak ada yak.130 serta hawk 53 yang kita aktifkan kembali skadronnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel