Berita

JMU Harus Jamin Keberlangsungan Alutsista TNI AU

Dibaca: 15 Oleh 26 Jul 2016Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Komandan Wingdikterbang, Kolonel Pnb Bonang Bayuaji mewakili Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Imran Baidirus, SE membuka Kursus Juru Montir Udara (JMU) pesawat KT 1 B Woong Bee, G 120 TP-A Grob T-34 dan Cessna di Ruang Aula Delta Skadik 104 Senin, (25/7).

Dalam sambutan Komandan Lanud Adisutjipto yang dibacakan Danwingdikterbang menyampaikan,Kursus Juru Montir Udara yang akan dilaksanakan merupakan tantangan dari proses modernisasi alutsista di TNI AU yang sedang dan akan terus berjalan. Tantangan yang semakin berat tersebut menjadikan kita Lanud Adisutjipto, khususnya sebagai pelaksana Pendidikan Sekbang juga harus mempersiapkan diri dalam menyiapkan SDM terutama yang akan membidangi menjadi juru montir udara untuk pesawat Grob G 120 TP-A, KT 1 B Woong Bee dan Cessna.

Pentingnya Kursus Juru Montir Udara bagi para tehnisi yang mengawaki pesawat – pesawat latih ini adalah menjamin kesiapan operasional pendidikan terutama pesawat terbang dalam mencapai sasaran pendidikan. Seorang Juru Montir Udara yang berhasil pada prinsipnya adalah mereka yang dapat menjamin keberlangsungan alutsista yang dipercayakan pimpinan kepada Lanud Adisutjipto agar dapat mendukung operasional pendidikan.

Baca juga:  PULUHAN SISWA KUNJUNGI LANUD SULTAN HASANUDDIN

Kursus Juru Montir Udara tersebut diikuti oleh 18 siswa yang berdinas di Dislog, Skadik 101, Skadik 102, Skatek 043 dan Depohar 10 Bandung. Rencananya, kursus tersebut akan dilaksanakan selama 2 bulan untuk pesawat Grob G 120 TP-A dan Cessna, sedangkan Pesawat KT 1 B Woong Bee akan dilaksanakan lebih lama yaitu 3 bulan. Total Jam pelajaran teori maupun praktek untuk pesawat G 120 TP-A Grob sebanyak 259 JP, untuk Pesawat Cessna sebanyak 241 JP dan KT 1 B Woong Bee sebanyak 438 JP.

Hadir dalam Pembukaan Kursus Juru Montir Udara adalah Kadislog Lanud Adisutjipto, Kolonel Tek. Jeffry D. Ritiau, Danskatek 043, Danskadik 104, Danskadik 105, para Kasi dan Instruktur Penerbang.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel