TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Joint Working Group RAAF dan TNI AU di Lanud Roesmin Nurjadin

By 23 Nov 2018 Berita
IMG_1325

TNI AU. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T, M.M, menerima Delegasi Angkatan Udara Australia ( Royal Australian Air Force ) yang tergabung dalam Joint Working Group antara RAAF dan TNI AU, di Ruang Pandawa Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (21-22/11)

Delegasi Angkatan Udara Australia ini berjumlah 7 Orang, dipimpin oleh Air Commodore Anthony Jones, dan rombongan dari Dislambangjaau berjumlah 9 orang dipimpin oleh Marsekal Pertama TNI Agung Heru S.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama yang dilaksanakan antara  TNI AU dan Royal Australian Air Force merupakan program yang diselenggarakan secara periodik dan terjadwal  dalam rangka  mengembangkan dan berbagi semua pengalaman untuk mencapai “Zero Accident”.

“Telah menjadi komitmen umum kami, bahwa keselamatan adalah prioritas tertinggi dalam setiap aspek tugas. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini akan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan kami dalam keselamatan terbang dan kerja,” tambah Danlanud

Lebih Lanjut Danlanud menambahkan sebagaimana kita tahu bahwa misi dan operasi Angkatan Udara adalah terbang dan bekerja bak di udara maupun darat. Secara khusus, penerbangan dunia yang kita lakukan selalu mengandung resiko yang harus di manaj dan diantisipasi dengan baik. Situasi seperti ini membutuhkan kepedulian kita untuk lebih memberikan perhatian tinggi dalam rangka meminimalisir resiko baik accident ataupun incident.

Hal Senada disampaikan oleh Kepala Dinas Keselamatan Terbang Dan Kerja Angkatan Udara (Kadislambangjaau), Marsekal Pertama TNI Agung Heru S M.Si (Han) bahwa kerja sama JWG ini diinisiasi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara dan Kepala Staf Angkatan Udara Australia pada tahun 2010, dan telah terjalin selama delapan tahun hingga saat ini. Berbagai program kegiatan telah dapat terlaksana dengan baik dalam kerjasama bilateral ini.

“Program-program kegiatan JWG tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Program jangka pendek yang telah terlaksana antara lain penerbitan direktif KASAU tentang lambangja, pengiriman personel TNI AU untuk melaksanakan safety attachments di Australia, penyusunan petunjuk induk dan petunjuk pelaksanaan TNI AU tentang lambangja, serta pengadaan publikasi elektronika,” terang Kadislambangjaau.

Kadislambangjaau mengatakan, Lanud Roesmin Nurjadin merupakan salah satu Lanud yang berada di wilayah barat dan mengoperasikan beberapa pesawat tempur yang dimiliki oleh TNI AU.

“Saya berharap kunjungan kami ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan keselamatan terbang dan kerja di Lanud Roesmin Nurjadin,” tambah Kadislambangjaau.

“Setiap satuan harus mampu memaksimalkan sumber daya yang dimiliki agar dalam setiap pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan aman. Hal ini dapat dicapai melalui penerapan manajemen lambangja secara utuh dan menyeluruh,” pungkas Kadislambangjau.

Pos Terkait

Kirim Komentar/Pertanyaan

Joint Working Group RAAF dan TNI AU di Lanud Roesmin Nurjadin