Berita

Jungar Prajurit Yon 465 Paskhas Dan Denhanud 473 Paskhas

Dibaca: 13 Oleh 02 Feb 2016Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Prajurit Batalyon 465 Paskhas Brajamusti dan Denhanud 473 Paskhas melaksanakan terjun penyegaran (Jungar) di run way Lanud Supadio, Selasa (2/2), pagi. Jungar static yang rutin tiap tahun dilaksanakan ini diikuti 141 prajurit gabungan dari anggota Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas. Selain jungar static juga diikuti jungar free fall yang diikuti 41 peterjun gabungan dari Paskhas, Fasida Kalbar dan Wanita Angkatan Udara (Wara).

Komandan Batalyon (Danyon) 465 Paskhas Letkol Pas I Ketut Setiabudi dan Komandan Detasemen Pertahanan Udara (Dandenhanud) 473 Paskhas Mayor Pas Anang Baskoro memimpin langsung latihan terjun tempur tersebut.

Danyon 465 Paskhas mengatakan dalam pelaksanaannya latihan Jungar menggunakan pesawat C-130 Hercules A-1318 dengan dua kali sortie, sortie pertama berjumlah 70 peterjun terdiri dari 2 run dan sortie kedua berjumlah 71 peterjun dengan 2 run sedangkan ketinggian penerjunan mencapai 1.200 feet untuk terjun statistik dan 8000 feet untuk terjun free fall.

”Latihan Ini merupakan kelanjutan dari latihan yang telah dilaksanakan oleh Batalyon 465 Paskhas dan Datasemen Hanud 473 Paskhas. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan seluruh prajurit Paskhas dalam hal terjun tempur sehingga akan tercapai kesiapan operasional yang tinggi. Selain terjun di pagi hari juga dilaksanakan penerjunan pada malam hari,” kata Danyon.

Baca juga:  DANWINGDIKUM BUKA TIGA PENDIDIKAN

Dengan adanya latihan ini, lanjut Danyon diharapkan agar kesiapan operasional seluruh prajurit Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 dapat meningkat. Dan mudah-mudahan dalam latihan jungar ini seluruh prajurit mampu mencapai titik pendaratan yang telah ditentukan dengan aman dan selamat.

Sedangkan Danlanud Supadio Marsma TNI Tatang Harlyansyah, S.E yang menyaksikan langsung kegiatan jungar ini menambahkan setiap prajurit paskhas harus mampu memelihara profesionalisme dibidang tugasnya masing-masing sehingga setiap prajurit sudah siap siaga bila ada penugasan operasi yang bersifat mendadak. Untuk itu diperlukan kesiapan operasi satuan yang tinggi dan kondisi ini dapat tercapai apabila dilakukan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut pada seluruh prajurit.

”Dalam setiap latihan tentunya kita harus mengutamakan keselamatan, baik itu keselamatan personel maupun keselamatan perlengkapan perorangan yang dibawa sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain kegiatan jungar yang dilaksanakan oleh anggota Paskhas, juga ada terjun free fall. Mereka merupakan atlit-atlit terjun payung dari TNI AU dan Fasida Kalbar yang berlatih untuk menghadapi PON di Jawa Barat. Dari 41 peterjun direncanakan sebanyak 16 peterjun akan mendarat di GOR Sultan Syarif Abdulrahman Pontianak,” ujar Danlanud.

Baca juga:  MAYOR NAV YOELIAN BAMBANG ARIYANTO, S.E. SISWA TERBAIK SUSPA FSO ANGKATAN KE-20

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel