Pustaka

“Jupiter Aerobatic Team” yang Memukau pada HUT TNI AU ke-67

Dibaca: 123 Oleh 12 Apr 2013Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 
"Jupiter Aerobatic Team" yang Memukau pada HUT TNI AU ke-67

Tanggal 9 April adalah hari besar bagi TNI AU karena pada tanggal  9 April 2013 TNI AU memperingati HUT ke-67. Penulis mendapat undangan pada peringatan yang dilaksanakan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Upacara peringatan dipimpin oleh Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, dihadiri para pejabat tinggi angkatan, polri, pejabat sipil serta anggota dan purnawirawan TNI AU. HUT TNI AU kali ini mengambil tema, “Dengan Profesionalisme dan Dedikasi yang Tinggi, TNI AU siap Menjaga Kedaulatan di Udara Demi Keutuhan NKRI.”

Marsekal TNI IB Putu Dunia disela-sela upacara, mengatakan bahwa TNI AU saat ini terus memantau perkembangan kawasan laut China Selatan, yang semakin memanas belakangan ini. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu tantangan untuk terus dicermati, karena disana terletak masa depan keamanan nasional Indonesia, baik aspek politik, ekonomi, maupun pertahanan. “Lain itu, pelanggaran wilayah udara nasional oleh pihak lain juga bukanlah hal ringan yang terus kita hadapi,” katanya di sela-sela acara. Kasau menegaskan, semua hal tersebut merupakan ancaman lain yang bergerak paralel dengan perkembangan global, sehingga menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh TNI, khususnya TNI AU di saat ini dan masa yang akan datang.

"Jupiter Aerobatic Team" yang Memukau pada HUT TNI AU ke-67

Setelah upacara parade militer dilaksanakan, dilanjutkan dengan drum band show Karbol Akademi TNI AU, peragaan senam balok Korpaskhasau, demo Den Bravo 90, serta penerjunan freefall.  Acara dialnjutkan dengan demo aerobatic tim “dynamic Pegasus” yang menggunakan tujuh pesawat EC-120 Colibri . Penampilan Pegasus dengan manuver Pegasus cross, Head on, Water fall, Pegasus Love tactical, Humming Birds Kiss dan Sparkling  memukau. Pesawat heli latih Colobri menunjukkan keahliannya bermanuver di hadapan undangan.

Acara puncak adalah atraksi team aerobatic kebanggaan TNI AU “Jupiter Aerobatic Team” yang terdiri dari enam pesawat KAI/IAe KT-1B Wongbee turbo trainers buatan Korea Selatan.  JAT tampil dengan 18 manuver  aerobatic sulit seperti yang ditampilkannya dihari keempat Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013 (LIMA’13) pada hari Jumat (29/3/2013). Pada saat di Langkawi,  The Jupiter yang diterbangkan oleh para instruktur penerbang dari Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta, tidak saja memukau masyarakat namun juga para penerbang aerobatic negara lain.

Penampilan JAT dipuji oleh team aerobatic Royal Malaysian Air Force “Krisakti” dan team aerobatic Rusia “Russian Knight,” yang memuji formasi yang rapih dan kesulitan lebih tinggi dengan pesawat propeller dibandingkan pesawat bermesin jet.

"Jupiter Aerobatic Team" yang Memukau pada HUT TNI AU ke-67

Kemarin JAT menampilkan 18 macam aerobatic andalannya seperti yang mereka lakukan di Langkawi, antara lain   Jupiter Roll, Arrow Head Loop, Clover Leaf, Leader Benefit, Arrow Head Loop-Break Off, Half Cuban-Jupiter Wheel, Tanggo To Diamond Loop, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Kite Barrel Roll, jupiter Roll Back, Knife Edge dan Arrow Head Loop-Bomb Burst.

 

Sedikit mengenal “Jupiter Aerobatic Team”

 

Dari sejarahnya  Jupiter Aerobatic Team atau disingkat JAT dibentuk berdasarkan inisiatif dari para instruktur penerbang di lingkungan Skadron Pendidikan 103 yang mengawaki pesawat MK 53 HS Hawk untuk membentuk suatu team aerobatic. Nama Jupiter berasal dari sebutan bagi para instruktur penerbang yang mengajar di Lanud Adisutjipto. Tampil pertama kali pada HUT TNI tanggal 5 oktober tahun 1997 dengan menggunakan 4 pesawat MK 53 HS Hawk. namun karena sesuatu dan lain hal kegiatan tersebut dihentikan pada tahun 2002.

Baca juga:  SIAPKAN SDM SONGSONG MODERNISASI

 

Setelah vacum selama beberapa tahun, pada awal tahun 2008 TNI AU mulai merintis kembali team aerobaticnya dengan menggunakan pesawat KT 1 Woongbee buatan korea yang memperkuat Skadik 102. Tampil pertama kali dengan 4 pesawat pada tanggal 4 Juli 2008 pada upacara wingday sekolah penerbang. Tampilan baru yang lebih menawan diawali pada awal 2011 dengan menggunakan 6 pesawat yang telah di cat merah putih dengan manuver yang lebih bervariasi.  Jupiter aerobatic team unjuk kebolehan dalam rangka memperingati HUT TNI AU yang ke 65 di Halim perdana kusuma Jakarta.

The Jupiters yang kemarin memperagakan kebolehannya di Lanud Halim dipimpin oleh Letkol Pnb Dedy “Leopard” Susanto (Komandan Skadik 102, Lanud Adisucipto, Yogya), dengan Mayor Pnb Frando “Fennec” Marpaung sebagai Right Wingman, Kapten Pnb I Gusti Ngurah “Greyhound” Adi Brata Left Wingman, Mayor Pnb H.S “Condor” Romas Slot, Mayor Pnb H.M “Razor” Kisha Lead Syncro dan Mayor Pnb Marcellinus “Tiger” Dirgantara sebagai Syncro.

 

Instruktur Jupiter Aerobatic Team

 

Sebagai instruktur, pertama  adalah Kolonel Pnb Anang “Morgan” Nurhadi yang merupakan lulusan Akademi TNI AU angkatan tahun 1987. Mantan komandan Wingdik Terbang yang pernah menjabat sebagai komandan Lanud Banjarmasin ini memiliki pengalaman ribuan jam terbang dan pernah menerbangkan beberapa tipe pesawat antara lain AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53, F-5 Tiger dan F-16.

Instruktur kedua adalah Mayor Pnb James “Octopus” Singal saat ini menjabat sebagai komandan Skadron Udara 21 yang tidak lama lagi akan menggunakan pesawat Super Tucano buatan Brazil. Octopus, pria kelahiran Airmadidi Sulawesi Utara adalah alumnus AAU 1996 saat ini aktif mengajar formasi aerobatik JAT di tengah kesibukannya sebagai Komandan Skadron Udara 21. beberapa pesawat yang pernah diterbangkannya antara lain : AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53 dan F-5 Tiger.

Instruktur ketiga adalah Mayor Pnb Feri ” Mirage” Yunaldi yang merupakan penerbang asal Pariaman Sumatera Barat, merupakan ex Jupiter 2. Alumnus AAU 1997 dan penggemar masakan pedas ini pernah menerbangkan beberapa jenis pesawat antara lain AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53 dan Hawk 109/2.

 

Pimpinan dan Anggota Jupiter Aerobatic Team

 

"Jupiter Aerobatic Team" yang Memukau pada HUT TNI AU ke-67

Jupiter One adalah pimpinan atau leader dalam jupiter aerobatic team. Tugasnya dalam tim aerobatic sangatlah berat, dia harus mampu memimpin tim dalam melaksanakan berbagai macam manuver yang sangat berbahaya dan ekstrem untuk ditampilkan. Leader juga dituntut harus mampu membuat manuver yang tepat dan dapat dinikmati oleh para penonton pada saat pelaksanaan show sehingga trik – trik dan efek visual yang diinginkan tercapai. Saat ini jupiter one dijabat oleh Letkol  Pnb Dedy “Leopard” Susanto, Komandan Skadik 102 (Yogya) yang diperkuat pesawat KT-1 B Woong Bee dan T-34 Charlie. Dedy Susanto (juga Jupiter 534) sebelumnya merupakan penerbang pesawat F-5 Tiger menjadi leader JAT sejak bulan Mei 2011 menggantikan Ltk Ramot “Congo” Sinaga.

Baca juga:  133 Pama Ikut Ujian Mandiri

Jupiter Two. Jupiter Two  posisinya berada pada posisi wingman kanan dalam. yang dipercaya adalah Mayor Pnb Frando “Fennec” Marpaung (AAU tahun 2000). Frando kini menjabat sebagai Komandan Flight Dik C Skadik 102 Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto. Fennec yang merupakan pria kelahiran Sumatera Utara ini sebelumnya  penerbang MK-53 H.S Hawk, dia menggantikan posisi Mayor Penerbang Marcellinus AKD yang berpindah posisi menjadi jupiter 6.   Fennec tergabung sebagai member Jupiter sejak Januari 2012.

Jupiter Three. Posisi ini dipercayakan kepada Kapten PNB Gusti Ngurah Adi  yang berada diposisi wingman kiri (left wingman). Dalam Formasi JAT, jupiter 3 dan 2 memegang peranan sangat penting, manuver yang dilaksanakannya harus dikerjakan dengan halus karena pergerakan tiba – tiba (rough) akan menyulitkan bagi posisi wingman sebelah luar. Beberapa manuver yang dilaksanakannya  antara lain Loop, clover leaf, Barrell Roll, Jupiter roll, Jupiter roll back, Roll slide, leader benefit serta salah satu manuver yang paling diandalkan bersama jupiter two adalah tanggo to diamond loop yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Jupiter Four. Jupiter Four  posisinya berada pada bagian belakang tengah,  dikenal juga sebagai posisi slot. Posisi ini diisi oleh Mayor Pnb H.S “Condor” Romas alumnus AAU tahun 1999, Kepala Kelompok Instruktur Skadik 102. “Condor” yang kelahiran Mataram Lombok (call sign J-674) dan sebelumnya menerbangkan pesawat tempur Hawk MK 109/209, menempati posisi ini sejak Januari 2012 Sebelumnya Condor adalah member no 3 atau left wingman.   Tingkat kesulitan manuver yang dilaksanakan cukup tinggi karena posisinya yang di belakang membutuhkan extra power untuk dapat tetap mengikuti pesawat di depannya.    Beberapa manuver yang dilaksanakan antara lain Loop, Clover Leaf, Barrell Roll, Jupiter Roll, Roll Back, Roll Slide dan sebagai andalannya adalah screw roll.

Jupiter Five. Posisinya berada pada paling kiri luar (Syncro), saat ini ditempati oleh Mayor Penerbang H.M “Razor” Kisha, Komandan Flight Ops C Skadik 102. Kisha (Jupiter 690)  adalah juga  penerbang  pesawat Hawk 100/200, bergabung dalam tim aerobatik ini sejak bulan April 2011. Dalam Jupiter Aerobatic team, Jupiter 5 merupakan lead synchro yang memimpin jupiter 6 saat melaksanakan manuver synchro yang sangat ekstrem. Beberapa manuver andalannya adalah cross over break, jupiter wheel, mirror, heart dan kite barrell. manuver-manuver yang dilaksanakan oleh jupiter 5 dan 6 biasanya membuat jantung para penonton berhenti berdetak dan berteriak histeris.

Jupiter Six. Posisi ini diawaki oleh Mayor Pnb Marcell “Liger” Dirgantara (juga Jupiter 677), Dan Flight Dik B Skadik 102. Marcell adalah penerbang F-5 Tiger, bergabung dalam Jupiter aerobatic team sejak bulan Mei 2011, pada awalnya sebagai Jupiter 2.    Ada beberapa manuver berbahaya dan ekstrem yang dilaksanakan oleh jupiter six bersama – sama dengan jupiter 5 antara lain cross over break, heart, jupiter wheel, mirror dan yang paling mendebarkan adalah solo spin dimana pesawat menanjak vertikal dengan kecepatan awal 270 knots, kemudian melaksanakan vertical roll,  sampai speedzero untuk kemudian jatuh bebas ke bawah. manuver ini biasanya sangat dinantikan oleh para penonton karena visualisasi yang disuguhkan sangatlah menarik dengan kombinasi asap putih yang mengelilingi pesawat saat jatuh bebas.

Baca juga:  Rencana Pemerintah Beli Apache Kejutkan DPR; Anggaran Pembelian Belum Dialokasikan di APBN

 

The Backseaters

 

Ini adalah sebutan bagi para penerbang JAT yang duduk di kursi belakang (back seater). Tugas dari backseaters adalah sebagai buddy safety, membantu front seater dan juga sekaligus menjalankan proses regenerasi untuk menggantikan front seater pada musim berikutnya.

Dalam tim JAT ada beberapa penerbang yang tergabung dalam the backseaters. Pertama, Mayor Pnb Toto “Gringgo” Ginanto yang merupakan Buddy Safety, J-586 yang alumnus AAU 1997 ini merupakan test pilot pesawat KT-1 B Wong Bee dan pesawat T-34 Charlie. Sebelumnya pernah menerbangkan A-4 Skyhawk dan OV-10 Bronco. Orang kedua adalah, Mayor Pnb Rizaldy “Bido” Efranza. Backseater no 4 dan lebih dikenal sebagai J-629. Alumnus AAU tahun 1997. Sebelumnya menerbangkan C-130 hercules dan memiliki pengalaman yang cukup banyak di Operasional.

Mayor Pnb Safeano “Chippy” Cahyo Wibowo, Komandan Flight Ops A Skadik 102 merupakan Leader’s Backseater pada kesempatan tertentu. Alumnus AAU 1998 dikenal sebagai J-705 sebagai Standby Right Wing yang akan disiapkan menempati posisi Right Wing sebelumnya menerbangkan C-130 B/H/BT Hercules dan memiliki pengalaman operasional di dalam dan luar negeri.

Mayor Pnb Putu “Colibri” Sucahyadi dikenal sebagai J-648 merupakan alumnus AAU Tahun 1999 berada diposisi Standby Slot yang nantinya akan mengisi posisi Slot. Saat ini Mayor Putu sedang menyelesaikan kuliah S-2nya di Universitas Gajah Mada yang sebelumnya menerbangkan Helikopter colibri di Skadron Udara 7 Kalijati. Mayor Pnb Andi “Warhawk” Abadi merupakan alumnus AAU tahun 1998 lebih dikenal dengan sebutan J-718 sebelumnya menerbangkan pesawat Hawk 109/209 dan Cassa 212. Kapten Pnb Ivy”Tiger Shark” Safatillah alumnus AAU tahun 2000 lebih dikenal sebagai J-662 sebelumnya menerbangkan OV-10 Bronco.

 

Team Aerobatic Kebanggaan Angkatan Udara

 

Di negara manapun, sebuah team aerobatic merupakan kebanggaan tersendiri bagi Angkatan Udara negara tersebut. Beberapa team aerobatic yang masuk “first class” adalah  Team aerobatic Red Arrows Inggris yang merupakan tim aerobatik kebanggaan RAF,  diperkuat oleh 9 pesawat BAE Hawk, tim ini telah tampil di beberapa negara dalam ajang airshow termasuk di Indonesian Airshow pada tahun 1996. Blue Angels, tim aerobatik kebanggaan Angkatan Laut Amerika Serikat diperkuat oleh 8 pesawat tempur Boeing F/A 18 Hornet. The Thunderbirds, tim aerobatic kebanggaan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF)diperkuat oleh 6 pesawat jenis F-16 Fighting Falcon. “The Roulletes “ dengan 7 buah pesawat PC 9 pillatus milik AUAustralia (RAAF).

Setelah penampilannya di ajang airshow Langkawi, Jupiter Aerobatic Team diakui mempunyai kemampuan berkelas, dan dengan tingkat kesulitan tertinggi dengan kekhususannya menggunakan pesawat turbo propeller. Dengan 18 manuver  aerobatic yang telah diperagakannya, maka para pengamat dunia penerbangan, khususnya aerobatic memberikan penghargaan dan mengakui Jupiter Aerobatic Team masuk dalam kelompok “first class.” Penulis sebagai purnawirawan TNI AU bangga, dan pasti kita bangsa Indonesia juga ikut berbangga dengan putra-putra terbaiknya yang mampu memberikan kemampuan terbaiknya itu. Bravo Jupiter Aerobatic Team!

Prayitno Ramelan, “the blues”, www.ramalanintelijen.net

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel