Berita

KABUT ASAP HILANG AKTIFITAS DI RIAU MULAI NORMAL

Dibaca: 4 Oleh 01 Jul 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Sejak digelarnya operasi militer selain perang dalam penanggulangan bencana asap di provinsi Riau, kondisi cuaca sudah menunjukkan perubahan yang signifikan. Pada pagi, siang dan malam hari kabut asap yang diakibatkan pembakaran hutan dan lahan sudah mulai tidak terlihat pada tiga hari terakhir, aktifitas masyarakatpun sudah berjalan dengan normal tanpa terganggu oleh kabut asap. Kondisi ini dipicu oleh seringnya turun hujan dibeberapa kota/kabupaten yang ada di provinsi Riau termasuk kota Pekanbaru, operasional bandara Sultan Syarief Kasim II, Pekanbaru sudah berjalan normal kembali tanpa adanya penundaan pendaratan/pemberangkatan pesawat yang diakibatkan oleh kabut asap.

Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andyawan. M.P, S.IP selaku Dansatgas Udara Penanggulangan Bencana Asap Provinsi Riau menyampaikan bahwa, pelaksanaan hujan buatan yang menggunakan pesawat C-130 Hercules dan Cassa 212 telah menabur lebih dari 30 Ton NaCl selama pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Demikian juga halnya dengan pelaksanaan Water Bombing oleh Helikopter dibeberapa titik api kebakaran. Pelaksanaan TMC tersebut membuahkan hujan yang turun dibeberapa daerah sehingga, jumlah Hot Spot saat ini tersisa satu titik api lagi yakni di kabupaten Bengkalis, demikian disampaikan Danlanud saat wawancara dengan beberapa media nasional dan Internasional di Media Centre Posko Penanggulangan Bencana Asap Provinsi Riau, kemarin.

Baca juga:  “Dragon Boat” Satrad 223 Balikpapan Juara Lomba Perahu Naga

Walaupun titik api yang terpantau oleh satelit tersisa satu hotspot lagi, operasi satuan tugas udara terus melaksanakan TMC dan Water Bombing, hari ini, Senin (1/7) direncanakan pesawat C-130 Hercules akan menyemai awan yang berada di wilayah Dumai dan Bengkalis sedangkan Helikopter akan melaksanakan Water Bombing di daerah Mandau, kabupaten Siak dan daerah Kubu kabupaten Rohil.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel