Berita

Kadis Lambangjaau, Lambangja adalah Tanggung Jawab Kita Bersama

Oleh 06 Sep 2019 September 9th, 2019 Tidak ada komentar
Kadis Lambangjaau, Lambangja Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama
#TNIAU 

TNI AU. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kasau, bahwa keselamatan terbang dan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan kerja guna mewujudkan zero accident, dan karena itu keselamatan terbang dannkerja TNI Angkatan Udara merupakan tanggung jawab kita semua atau seluruh anggota TNI Angkatan Udara.

Demikian apa yang dikatakan oleh Kepala Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja Angkatan Udara (Kadislambangjaau) Marsma TNI Agung Heru Santoso,M.Si (Han)., dalam sambutannya pada acara ceramah Lambangja di Gedung Serba Guna (GSG) Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (5/9).

“Kegiatan Road to Zero Accident Lambangja ini merupakan salah satu sarana komunikasi antara Dislambangjaau dengan satuan jajaran di TNI AU,untuk mendapatkan saran,masukan, dan evaluasi terkait kendala atau hambatan yang ditemui dilapangan sehingga dapat digunakan untuk perbaikan pola pembinaan Lambangja yang terpadu dan berkesinambungan di masa yang akan datang,” ujar Kadislambangjaau.

Kemudian, Marsma TNI Agung mengatakan, bahwa sasaran yang ingin dicapai adalah diperolehnya kesamaan persepsi, pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam rangka meningkatkan udaya safety menuju Generative Safety Culture guna mencapai semboyan kita bersamabyaitu “Mission Accomplished, Safety Always.”

“Apabila kita melihat kepada investigasi terhadap kecelakaan di TNI AU dalam 10 tahun terakhir ini, faktor manusia telah menyumbang lebih dari 50 % sebagai penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Hal yang sama dapat kita temuidari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh perusahaan Boeing yang menyatakan bahwa saat ini sekitar 80 % kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia,” kata Kadis.

Kadislambangjaau Marsma TNI Agung Heru mengatakan, bahwa untuk tahap pertama yang harus dibenahi adalah mulai dari individu, tim, dan akhirnya pada seluruh organisasi  atau manajemen TNI AU, hal ini berarti bahwa peningkatan budaya safety dapat berlangsung secara terus menerus apabila nilai-nilai safety telah tertanam didalam individu dan diterapkan  secara konsistensi  didalam organisasi dan menjadi tujuan serta prioritas utama sehingga pada akhirnya menjadi budaya organisasi.

“Untuk itulah tema yang diangkat dalam ceramah Lambangja kali ini adalah “Meningkatkan Budaya Safety Menuju Generative Sagety Culture Guna Mencapai Zero Accident,” adalah sangat tepat untuk memuli langkah nyata dalam meningkatkan safety level di Satuan,” ujarnya.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., mengatakan, bahwa sudah komitmen bersama Lambangja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,oleh karena itu tepatlah kiranya kegiatan ceramah Lambangja ini merupakan sesuatu yang berharga,kita berharap kedepannya mampu mencapai Zero Accident.

“Seperti kita ketahui bahwa TNI AU khususnya dibidang penerbangan memiliki Hight Risk atau resiko tinggi, melalui ceramah ini akan menambah wawasan,semangat etos kerja dan kewaspadaan atau alertness dari setiap personel sehingga mampu melaksanakan safety culture guna mencapai keberhasilan  tugas-tugas kedepan,” ujar Moningka.

Kasubdis Lambangja Kolonel Nav Hery Purwanto dalam paparanya mengatakan, bahwa ada beberapa penekanana dalam safety yaitu, tingkatkan budaya safety, tingkatkan kepedulian seluruh anggota terhadap safaty, laksanakan setiapbkegiatan sesuai dengan prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku dan tidak memaksakan diri, mewujudkan pencapaian zero accident harus menjadi tekad dan tanggung jawab seluruh personel, antisipasi setiap potensi yang mengarah INC/ACC disekitarnya dengan melaksanakan hazzard identifikasi dan penerapan risk manajement, komunikasikan setiap kejadian yang potensi bahaya pada KSP (tidak menunda) dengan menggunakan sarana komunikasi yang ada dan meningkatkan skill dan knowledge crew dengan memperbanyak latihan SIM.

“Sedangkan pengaruh budaya terhadap safety adalah, unggah ungguh, rukun/memory,uncertainty avoidance, siap/‘can/Must-do’ culture, reward and punishment dan hirarki dan otoriter,” tambah Kolonel Hery.

Hadir dalam kegiatan ceramah Lambangja, Danwing 6 Kolonel Pnb M.Arwani, Kadisops Kolonel Pnb Jajang Setiawan, S.M., Kadispers Letkol Pnb Dedy Supriyanto, S.E., dan Kadislog Letkol Tek Dwi Wihananto, S.E., Komandan Satuan, dan rombongan Kadislambangja serta Perwira, Bintara,Tamtama, dan PNS Lanud RSN.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel