Berita

Kadispenau : “Jajaran Dispenau Harus Memiliki Sense Of Informasi”

Dibaca: 25 Oleh 17 Feb 2015Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Jajaran Dinas Penerangan (Dispenau) terutama para Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) harus memiliki sense of informasi yang tujuannya untuk membanngun citra positif TNI AU kepada masyarakat tentang TNI AU.   Melalui pelayanan informasi secara cepat dan tepat, jajaran Dispenau telah bertindak sebagai pelayanan informasi publik yang sangat penting bagi pembangunan opini dan citra positif TNI AU.

Demikian kikatakan Kadispenau Marsma TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dalam sambutannya pada Rapat Kerja Teknis Penerangan Angkatan Udara (Rakernispenau) tahun 2015 di Balai Wartawan Dispenau, komplek Cipinang Cempedak Jakarta Selasa (17/2), yang diikuti oleh para pejabat Dispenau, para Kapen Kotama dan Kapentak jajaran TNI AU.

Dikatakan, tujuan Rakernispenau adalah untuk meningkatkan koordinasi antara Dispenau dengan para Kapen dan Kapentak di jajaran TNI AU dengan harapan hasilnya dapat dijadikan pedoman bagi para perwira penerangan dalam menyelenggarakan tugas di satuan.

Dalam forum ini para peserta akan mendapatkan berbagai masukan baik tentang program kerja Dispenau dan perkembangan sosial media Dispenau, soasialisasi Juknis Penum, Juknis Sejarah serta penjelasan dari Binprof dan juknis yang berkaitan dengan monumen TNI AU dibawah perawatan Dispenau.

Baca juga:  Tatap Muka Forum Komunikasi Petubel dengan Disdikau di Lanud Husein Sastranegara

Rakernis ini juga sebagai media untuk saling tukar informasi berbagai permasalahan yang muncul sehingga kedepan para kepala penerangan baik di Kotama maupun di pangkalan udara akan lebih mudah dalam melaksanakan tugasnya.

“Sebagai insan penerangan, harus mengerti aturan-aturan yang terdapat dalam undang-undang antara lain undang-undang RI nomor 40 tahun 1999 tentang pers, undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronika serta undang-undang RI nomor 14 tentang keterbukaan informasi publik”, kata Kadispenau.

Dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut angkatan udara dan jajaran penerangan telah berupaya melakukan publikasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik, serta wawancara langsung dengan wartawan, serta dengan pengiriman press release, hal ini dilakukan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas informasi.

“Saat ini kita tidak dapat terlepas dari kegiatan sosial media, dengan sosial media itulah kita dapat melaksanakan perang informasi untuk meningkatkan citra fositif khususnya bagi TNI Angkatan Udara”, jelas Kadispenau.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel