Berita

Kadispers Lanud Rsn, Jadikan Tugas Bernilai Ibadah

Kadispers lanud Rsn, Jadikan Tugas Bernilai Ibadah
#TNIAU 

TNI AU. Sebagai prajurit profesional, pekerjaan tidak akan pernah berakhir, tentunya tuntunan tugas kedepannya akan semakin  berat, oleh karena itu jadikan tugas tersebut bernilai ibadah agar suatu  pekerjaan dapat terlaksana secara optimal.

Demikian apa yang dikatakan Kepala Dinas Personel Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Dedy Supriyanto,S.E., pada kegiatan ibadah Rabu pagi di Masjid Amrullah Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (18/12/19).

“Sebagai hamba Tuhan yang beriman dan bertakwa, jangan sampai mengeluh dalam melaksanakan tugas, karena tugas juga bagian dari ibadah,” lanjut Kadispers.

Kolonel Pnb Dedy Supriyanto menambahkan Apabila sudah berniat baik dalam melaksanakan tugas tentunya seberat apapun tugas yang dilakukan akan menjadi ringan dan tidak akan pernah dijadikan beban.

“Saya mengajak semua umat beragama yang adabdi Lanud Rsn ini untuk  lebih ditingkatkan lagi, agar dalam menjalan tugas kita memiliki filter untuk mencegah perbuatan maksiat, agar kehidupan pribadi, keluarga, dan dinas dapat terlaksana dengan benar,” ujar Dedy.

Selanjutnya dalam kegiatan yang sama,  al-Ustadz M.Zulfadli dalam tausyiahnya mengatakan, luar biasa umat Islam  personel Lanud Roesmin Nurjadin yang bersama-sama melaksanakan shalat Dhuha kalau bisa ditambah dengan shalat fajar, maka akan dilimpahkan keberkahan dunia dan bahagia  di akhirat, oleh karena itu jaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Baca juga:  Donor Darah dalam Rangka Hari Bakti TNI AU ke-72 di Lanud Silas Papare

Kemudian al-Ustadz Zulfadli  menambahkan, untuk menjaga keseimbangan dunia dan akhirat maka diperlukan  4 prioritas yang harus dijalankan: Pertama, setiap aktifitas dalam beribadah jangan pernah putus hubungan dengan Allah, awali dengan zikir agar hati menjadi tenang dan bahagia, silahkan bekerja dalam mencari nafkah tapi jangan lupa kepada Allah SWT.

Kedua, gunakan konsep manajemen dalam ibadah, patuh dan taat kepada Allah, sejalan dengan aturan Allah, jangan sampai dengan aturan manusia kita melalaikan perintah-Nya.

Ketiga ingat kematian, jadikan kematian sebagai teman sehari-hari, apabila kita mati dalam berbuat kebajikan maka hidup kita akan bermakna, namun celakalah kalau kematian menjeput kita namun hidupnya tidak pernah dekat kepada Allah.

Keempat, Allah Swt telah memberikan kita rezki yang berlimpah maka gunakan untuk kebaikan, semakin bagus dunia kita dalam melaksanakan ibadah maka akan baik pula akhiratnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel