Berita

Kang Zain dalam Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Makohanudnas

Oleh 30 Nov 2018 Januari 7th, 2019 Tidak ada komentar
Kang Zain dalam Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Makohanudnas
#TNIAU 

TNI AU.  Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW di tahun 1440/2018 masehi, Markas Kohanudnas menggelar ceramah agama Islam bagi anggota yang beragama muslim di Masjid Baiturohman, Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Makohanudnas), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, (30/11). Ceramah disampaikan Ustadz Nunu Zainul Fuad (Kang Zain) dihadiri oleh Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., pejabat Makohanudnas, Kosekhanudnas I, segenap perwira, bintara, tamtama serta PNS Makohanudnas dan Kosekhanudnas I, Ketua dan pengurus IKKT Cabang BS V Kohanudnas serta warga pemukiman kompleks Falcon Kohanudnas.

Sebelum kegiatan siraman rohani, didahului pembacaan Kalam Ilahi oleh PNS H. Muhammad Amin dan sari tilawahnya oleh PNS Reny A., serta sambutan Pangkohandunas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E. Dalam sambutannya Pangkohandunas menyampaikan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW merupakan upaya untuk mempersegar rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir Allah SWT dalam mengemban risalah Islam di seluruh penjuru dunia.  Melalui perjuangannya selama dua puluh tiga tahun bersama para sahabat-sahabatnya, peradaban manusia di dunia berubah menjadi beradab, berbudaya dan bermartabat.

Dalam ceramahnya Ustadz Nunu Zainul Fuad (Kang Zain) menjelaskan pentingnya memahami sejarah Rosulluloh dan esensi kehidupan manusia dengan mengoptimalkan potensi diri yang telah dikaruniakan Allah SWT dan ilmu kehidupan yang seimbang sesuai tuntutan agama.  Kang Zain ceramah dibantu dengan slide dengan judul “Nafas Kehidupan Akhlak Rosulluloh SAW Menjadi Pribadi Berakhlak Semakin Mulia”. Diterangkan bahwa hal-hal mendasar yang ada di manusia seperti bernafas, sikap-sikap batin seperti rela, menahan dan melepas adalah hal-hal penting yang perlu diperhatikan karena dapat mengantarkan seseorang untuk dapat meraih bahagia atau celaka.

Nafsun artinya jiwa/diri, nafasun artinya nafas, itu mengapa, orang yang mampu berdamai dengan nafasnya maka ia mampu berdamai dengan dirinya. Berdamailah dengan diri berarti mampu mengolah jiwa dengan baik, sehingga pahamilah rahasia nafas”, jelasnya. Orang yang sedang marah akan cenderung terengah-engah/tidak stabil nafasnya.  Orang yang marah merupakan orang yang tidak tenang jiwanya, karena tidak memiliki pemahaman sebagaimana alur nafas yang dihirup manusia dengan tiga mekanisme yaitu menarik, menahan dan melepas. Saat menarik kita akan senang, saat menahan kita tegang dan saat melepaskan kita tenang.  Demikian apabila mengalami kemudahan kita bersyukur, hadapi kesulitan bersabar dan meyakini dengan kesabaran akan membuahkan kebaikan.

Dijelaskannya setiap perbuatan manusia sebagai sebab pasti akan berakibat pada dosa/pahala yang akan diterimanya. Ditambahkannya ada empat penyebab musibah (sebagai akibat dosa yang dilakukan) akan terjadi secara terus-menerus dan hadir dalam kehidupan seseorang karena empat hal. Pertama, syirik yang tidak ditaubati, kedua kezaliman yang tidak ditaubati, ketiga kenikmatan yang tidak disyukuri yang mengakibatkan sombong dan keempat musibah yang tidak disabari hingga menyebabkan putus asa.

Guna menjalani kehidupan sesuai tuntutan agama, Kang Zain memberikan empat kunci yang akan mengantarkannya dalam naungan Allah SWT yaitu pertama, memegang teguh kalimat toyibah “Laailaha Illalah”, kedua jika memperoleh kebaikan mengucapkan “Alhamdullilah”, ketiga, jika berbuat salah dia mengucapkan “Astaqfirullah” dan keempat jika tertimpa musibah membaca, Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roji’uun”.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel