Berita

KASAU BERI KULIAH UMUM MAHASISWA UNHAN

Dibaca: 24 Oleh 23 Jan 2014Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Wilayah Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis kalau kita dapat memanfaatkan wilayah darat, laut dan udara itu dengan baik dapat mencapai tujuan negara untuk mensejahterakan rakyatnya, namun kalau tidak dapat memanfaatkannya, baik oleh TNI maupun komponen bangsa lainnya tidak tertutup kemungkinan akan menjadi ancaman. Dengan posisi yang sangat strategis itu tentunya banyak pihak yang berkepentingan untuk bisa mendapatkan sesuatu dari kondisi tersebut.

Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dalam kuliah umum kepada Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) denga judul “Peranan TNI AU Dalam Sistem Pertahana Negara”, di Mabesau Cilangkap. Rabu (22/1).

Dikatakan, Geosynchronous Orbit (GsO) saat ini menjadi rebutan untuk menguasai ruang udara karena dapat di fungsikan bermacam-macam, seperti aturan saat ini bahwa pengaman diatas wilayah negara tersebut sampai keatas mepunyai hak otoritas negara tersebut sejauh dapat mengamankannya, hal tersebut mamacu kita untuk semakin tinggi mengamankan wilayah GsO tersebut.

Dikaitkan dalam posisi silang, Indonesia merupakan jalur komunikasi dan logistik dunia, seperti di Selat Malaka lebih dari 50% kebutuhan energi maupun logistik disalurkan melalui jalur tersebut, satu sisi hal tersebut mampunyai nilai strategis disisi lain mengandung suatu ancaman sehingga memerlukan kesiapan, ungkap Kasau.

Baca juga:  108 Casis Bintara Ikuti Sidang Pantukhirda

Manyinggung lingkungan strategis Kasau menyampaikan, bahwa ancaman global masih banyak nominasi oleh ancaman non militer berupa terorisme, perang cyber, kelangkaan energi, penyebaran senjata pemusnah massal, pemanasan global yang berdampak terjadinya bencana alam.

Sedangkan tugas TNI Angkatan Udara sesuai UU RI no 34 tahun 2004, yaitu melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan, menegakkan hukum menjada keamanan diwilayah udara yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatanmatra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara, jelas Kasau.

Sedangkan Rektor Unhan Letjen TNI Ir, Drs Subekti, MA,MSc dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Rektor III, DR. Ucok H. Harahap mengataka, tujuan kuliah umum dari Sistem Perthanan Negara (Sishanneg) adalah agar mahasiswa mendapat gambran pengetahuan secara umum dan komprehensif tentang penyelenggaraan sishanneg khususnya yang dilakukan oleh TNI AU.

Pengetahuan ini penting baga mahasiswa agar dalam terjun ke lapangan mampu mengaplikasikan perannya dalam melaksanaka tugas sesuai program masing-masing dan juga dapat memahami peran stik holder lainnya, baik sebagai komponen utama, cadangan komponen maupun komponen pendukung dalam penyelenggaraan sistem pertahanan negara.

Baca juga:  Lanud Astra Ksetra Korve Bersama

Selain itu agar mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dan mengelola pertahanan sesuai peran tanggungjawab sebagai warga negara. Dalam lingkup nasional maupun global padd masa damai atau krisis, karena dalam mejaga kedaulatan keutuhan dan keselamatan bangsa dari segala bentuk ancaman, keterlibatan seluruh komponen negara menjadi suatu keharusan dan tidak hanya menjadi tanggungjawab TNI semata.

Kuliah Umum Kasau diikuti oleh 158 mahasiswa terdiri dari 41 tni/polri, 15 pns, 102 graduated dan swasta (11 TNI AU) dari Program studi manajemen pertahanan, ekonomi pertahanan, manajemen bencana, keamanan energi, keamanan maritim, asimetrik warfare, resolusi damai dan konflik.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel