Berita

KASAU : CEGAH TERJADINYA PENYIMPANGAN KEUANGAN

Dibaca: 8 Oleh 16 Feb 2012Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Pengawasan dan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan fungsi manajemen yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya penyimpangan keuangan serta penurunan kinerja organisasi sedini mungkin.

Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., yang dibacakan Irjenau Marsda TNI Irawan Supomo pada taklimat awal BPK RI tentang keuangan Kementrian Pertahanan Unit Organisasi TNI AU Tahun 2011, di Mabesau Cilangkap. Kamis (16/2).

Dikatakan, penyelenggaraan manajemen instansi yang bersih, bebas dari korupsi maupun terhindar berbagai penyelewengan, menjadi tekad bersama dalam melaksanakan tugas. Tertib keuangan dan manajemen sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan standar pada setiap organisasi.

Oleh karenanya, keberadaan aparat pengawasan menjadi sangat strategis dalam mewujudkan tertib manajemen. Guna mewujudkan penyelenggaraan organisasi yang baik serta bersih dari korupsi dan penyelewengan, perlu diselenggarakan secara profesional, terbuka dan akuntabel serta secara sunggu-sungguh.

Sementara itu Tim BKP yang dipimpin Drs. Tangga Muliawan Purba, M.M., mengatakan, nilai aset dari Kemhan dari total asset negara berjumlah 42%, artinya pengaruh aset yang dikelola Kemhan sangat signifikan mempengaruhi opini, untuk opini 2010 mempunyai predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Baca juga:  Kolonel Tek Agus Suwarto Menjabat Seslem Seskoau yang baru

Menurutnya, tujuan pemeriksaan adalah untuk memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan tahun 2011 yang meliputi, kesesuaian laporan keuangan yang telah disusun dengan Standar Akutansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi keuangan dalam laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan terkait dengan pelaporan keuangan serta efektifitas sistem pengendalian inten.

“Sedangkan lingkup pengujian meliputi transaksi pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tahun 2011, saldo neraca tahun 2011 dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLP)”, jelasnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel