Berita

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar
#TNIAU 

TNI AU.  Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna,S.E., M.M., Senin (4/11/2019) melantik 19 penerbang  muda lulusan Sekbang A-96 PSDP TNI 32 dan 10 Navigator lulusan Sekolah Navigator Angkatan 13, di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Hadir dalam kesempatan tersebut Aspers Panglima TNI, Dankodiklat TNI, Dankodiklatau, para Asisten Kasau, Kapolda DIY, Danrem 072/Pamungkas, Ka RSPAU Dr Hardjolukito, Danpuspenerbad, Danpusperbal, dan Forkopimda DIY juga dihadiri senior purnawirawan instruktur penerbang, undangan dan keluarga wisudawan.

Kasau menyampaikan bahwa Wing Day, merupakan momen yang paling dinanti dan sangat membahagiakan, terutama bagi para siswa yang baru saja disahkan sebagai perwira penerbang dan navigator, karena upacara ini merupakan proses akhir dari perjuangan panjang, setelah selesai mengikuti pendidikan di Sekolah Penerbang dan Sekolah Navigator TNI Angkatan Udara.

Pendidikan di lembaga ini tidaklah mudah. Para mantan siswa Sekbang dan Seknav yang telah berhasil mencapai tahap Wing Day pada hari ini, tentunya telah mengerahkan segala kemampuan terbaik yang mereka miliki, untuk menguasai berbagai pengetahuan penerbangan dan navigasi yang diajarkan oleh para Instruktur dan Pembina.

“Untuk itu, jadikanlah Wing Day ini sebagai momentum untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri, untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas profesi kalian, agar menjadi seorang penerbang dan navigator yang andal, di mana pun kalian berada dan bertugas”, tegasnya.

Setelah melaksanakan pendidikan 34 bulan mulai 26 Januari 2017, akhirnya Letda Pnb Ridwan Maulana (Fix Wing) dan Letda M. Ardhian Dwiputra (Rotary Wing) berhasil menjadi lulusan terbaik diantara 19 Siswa Sekbang Angkatan 96/ PSDP Angkatan 32.  Sedangkan lulusan terbaik untuk Navigator berhasil diraih oleh Letda Nav Achmad Fauzy Nurputranto, B.Eng. Sedangkan dalam Wingday sejarah mencatat bahwa Letda Nav Evelyn Putri Indah Sari menjadi perwira navigator wara pertama di lingkungan TNI Angkatan Udara. Rasa haru terlihat ketika keluarga menyematkan wing penerbang dan navigator di lapangan Jupiter.

Sekolah PSDP Penerbang TNI bernaung di bawah Kodiklat TNI yang bertujuan membentuk Perwira TNI yang berjiwa Pancasila dan Sapta Marga, menguasai dasar keprajuritan dan dasar golongan, dengan profesi sebagai penerbang TNI, memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam melaksanakan tugas serta dapat mengembangkan karier sebagai prajurit TNI. Untuk Tahapan Pendidikan Sekbang angkatan 96 PSDP TNI Angkatan 32 yang harus dilaksanakan adalah Tahapan Dikma. Tahap Pendidikan Dasar Golongan Perwira, Bina Kelas  dilaksanakan di Skadik 104, Lanud Adisutjipto.Tahap Bina Terbang dilaksanakan di Skadik 101 dengan Pesawat Grob (Latih Dasar)  dan di Skadik 102 dengan Pesawat KT-1 B jurusan Fix Wing  dan latih lanjut jurusan Hely yang dilaksanakan di Lanud Suryadharma Kalijati dengan pesawat Colibry. Di akhir pendidikan para siswa juga harus menyelesaikan Tahap Kematraan di TNI AD dan Tahapan pendidikan diakhiri dengan pembekalan CPL di Skadik 104.

Sedangkan sekolah Navigator TNI AU adalah sekolah dasar kecabangan yang bernaung di bawah Skadron Pendidikan 104, Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto, bertujuan untuk mencetak perwira navigator guna mengawaki alat utama sistem senjata TNI AU, khususnya sebagai navigator di pesawat C-130 Hercules. Selama kurun waktu 10 bulan, para mantan siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Navigator TNI AU, tiap siswa telah mendapatkan berbagai pelajaran yang erat kaitannya dengan dunia penerbangan, seperti lambangja, airmanship, map and chart, dead reckoning navigation, plotting, low level navigation, aviation law, air delivery personel and cargo dan lain-lain. Selain itu, masing-masing siswa pun mendapatkan pelajaran praktik bernavigasi sebanyak 145 jam terbang dengan menggunakan pesawat Cessna sebanyak 15 jam terbang pada fase awal, dan 130 jam terbang di pesawat angkut ringan Casa C212-200 Aviocar dan CN-295 di fase lanjutan bina terbang.

Di penghujung upacara Wing Day, dilaksanakan flypast pesawat tempur F 16 dan T 50 dari Lanud Iswahyudi Madiun,  Fly pass pesawat latih yang biasa digunakan untuk Sekbang Lanud Adisutjipto, diantaranya Pesawat Grob dan Pesawat KT 1 B.   Pada bagian akhir  seluruh wisudawan akan melaksanakan acara tradisi passing out parade yang dilakasanakan oleh siswa-siswa Sekbang di Lanud Adisutjipto. Passing out parade ini merupakan simbol pemberian ucapan selamat jalan kepada senior dari yunior yang melepas menuju medan pengabdian.

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar

Kasau: Jadikan momentum Wingday untuk lebih memacu semangat dan memotivasi diri untuk terus belajar

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel