Berita

KASAU : JATIDIRI TNI HARGA MATI

Dibaca: 8 Oleh 18 Mei 2010Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

62 tahun lalu, tepatnya 17 oktober 1947, peristiwa bersejarah yang berupa penerjunan pasukan payung pertama di Kalimantan Tengah, senantiasa menjadi sumber inspirasi peringatan Hari Ulang Tahun Korpaskhas. Demikian sambutan yang disampaikan Kasau Masekal TNI Subandrio Pada peringatan HUT Korpaskha ke-62 di Mako Korpaskhas Lanud Sulaeman, Bandung, Senin (19/10).

 

Dikatakan, peristiwa heroik tersebut, telah mewariskan nilai-nilai luhur perjuangan dan pengabdian sosok prajurit sejati, kepada bangsa dan negara. Nilai pengabdian dan pengorbanan yang dilandasi oleh sebuah tekad, jiwa ksatria, keberanian dan ketulusan hati, hendaknya senantiasa mengalir dalam darah dan melekat dalam dada setiap prajurit Korp Baret Jingga.

 

Dari awal pengabdiannya, Korpaskhas secara konsisten telah melaksanakan komitmen pengabdian melalui berbagai keterlibatan dalam operasi militer maupun tugas-tugas lain bersama Satuan TNI lainnya, berbagai operasi militer seperti penumpasan PRRI/Permesta, penumpasan G-30S/PKI, Trikora/Dwikora, Operasi Seroja dan misi-misi perdamaian dunia lainnya menjadi bukti nyata pengabdian sekaligus prestasi prajurit Paskhas, ujar Kasau.

 

Dijelaskan, Korpaskhas merupakan kotama pembinaan TNI Angkatan Udara bertugas membina kekuatan dan kemampuan Paskhas dalam Pertahanan Pangkalan/alutsista/instalasi TNI Angkatan Udara, Pengendalian Pangkalan Udara Depan (Dalan), Pengendalian Tempur (Dalpur) dan SAR Tempur (Sarpur) serta operasi-operasi lain sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

Baca juga:  TNI AU Lanud Balikpapan Mengikuti Apel Nusantara Bersatu di wilayah Kaltim

 

Keterbatasan dukungan anggaran, masih akan mempengaruhi kebijakan pembinaan satuan di masa depan, oleh karena itu, hendaknya inisiatif, kreatifitas dan pemikiran inovatif harus senantiasa ditumbuhkembangkan, agar effektifitas dan effisiensi pelaksanaan tugas dapat diwujudkan, pelihara dan manfaatkan alutsista yang ada, dengan tetap merencanakan secara bertahap dan realistis terhadap penggantian alutsista, jelas Kasau.

 

Jati diri TNI merupakan harga mati sebuah keputusan yang telah diambil oleh para pendahulu, dan akan terus menjadi sumber inspirasi pelaksanaan tugas prajurit TNI. Pengabdian dan perjuangan prajurit tidak akan pernah berakhir, selama hayat masih di kandung badan. Kesetiaan, ketulusan, loyalitas, dan dedikasi merupakan sebuah kehormatan yang harus senantiasa menjadi kultur pengabdian prajurit paskhas dimanapun saudara berada dan bertugas, tegas Kasau.

 

Hadir pada Acara tersebut Asops Kasau, Aspers Kasau, Pangkoopasau I, Danseskoau, Dankoharmatau, para pejabat Mabesau, pejabat TNI/Polri dan Sipil, Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Esa Subandrio serta sesepuh dan Purnawirawan Korpaskhas.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel