Berita

Kasau: “Kejuaraan Dunia Paralayang Dapat Mengukur Kemampuan Yang Dimiliki”

Dibaca: 8 Oleh 18 Agu 2015Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Dengan berakhirnya Kejuaraan Dunia Paralayang Ketepatan Mendarat Ke-8 tahun 2015, berikut segala hasil yang di raih oleh para atlet, kita dapat memetik hikmah dan pelajaran yang amat berguna bagi kepentingan pembinaan ke depan serta dapat mengukur kekuatan dan kemampuan nyata yang kita miliki. Sedangkan pada sisi lain kita memperoleh bahan pelajaran yang amat bermanfaat untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi.

Demikian sambutan Kasau marsekal TNI Agus Supriatna selaku Ketua Umum PB. Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi) yang dibacakan oleh Kepala Dinas Potensi Kedirgantaraan TNI Angkatan Udara (Kadispotdirgaau) Marsma TNI Nil Handri pada penutupan kejuaraan Dunia Paralayang ke-8 tahun 2015 di Puncak Bogor, Minggu (16/8).

Dikatakan, Sebagai tuan rumah atau penyelenggara, apapun hasil dari kejuaraan ini, sepatutnya kita syukuri dan apresiasi, karena kita telah mampu menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Paralayang Ketepatan Mendarat Ke- 8 tahun 2015. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan kita semua, kebanggaan masyarakat Jawa Barat, khusunya Kabupaten Bogor.

Baca juga:  Pemutakhiran Data, Upaya Perbaikan Kinerja Satuan Wingdikum

Kejuaraan ini juga harus dipandang sebagai sebuah peluang dan kesempatan sekaligus tantangan, khususnya bagi jajaran KONI, PB FASI, KOMAU serta seluruh pengurus di semua tingkatan. Tantangan tersebut harus dijadikan suatu keniscayaan untuk mendorong peningkatan pembinaan prestasi secara lebih keras dan bekerja di atas landasan semangat pengabdian atau dedikasi dan disiplin yang tinggi.

Dalam konteks tersebut, baik jajaran pengurus dan pelatih maupun para atlet serta semua pihak yang peduli terhadap cabang olahraga Paralayang, agar senantiasa dituntut untuk mampu meningkatkan kinerja dan pengabdiannya, dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang lebih baik di masa-masa yang akan datang, jelas Kasau.

Kejuara dunia Paragliding diikuti 121 atlit dari 19 negara yaitu Belarus, Bulgaria, China, China Taipeh, Czech Republik, Hungaria, Indonesia, Japan, Lithuania, Malaysia, Romania, Rusia, serbia, Singapore, Slovenia, South Korea, Thailand, Turky dan United Kingdom.

Sebagai juara pada The Best Team, juara satu diraih oleh Thailand, kedua Serbia dan ketiga team dari Indonesia. Sementara The Best Three Woman juara satu diraih Nunnapat Phuchong (Thailand), kedua Hye Joung Cho (Korea) dan ketiga Jolanta Romanenko (Lithuania).

Baca juga:  Danlanud Husein Sambut Mensos

Sedangkan sepuluh perorangan terbaik, pertama diraih oleh Dede Supratman (Indonesia), kedua Matjaz Sluga (Slovenia), ketiga Tomas Lednik (Czech Republik), keempat Anton Svoljsak (Slovenia), kelima Nunnapat Phuchong (Thailand), kekenam Shusuke Yoshitomi (Japan), ketujuh Veselin Georgiev (Bulgaria), kedelapan (Tannampat Luangiam (Thailand), kesembilan (Mongkut Preecha), dan kesepuluh Nanang Sunarya (Indonesia).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel