Berita

Kasau Meninjau Pesawat MiG -17 PF di Museum Dirgantara Mandala

Dibaca: 33 Oleh 27 Agu 2018Agustus 28th, 2018Tidak ada komentar
Kasau Meninjau Pesawat MiG -17 PF di Museum Dirgantara Mandala
#TNIAU 

TNI AU. Usai melaksanakan peresmian Poltekkes Adisutjipto Yogyakarta, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna SE, MM  beserta rombongan pejabat dari Mabesau meninjau pesawat MiG-17 PF yang sudah terdisplay setelah 6 Agustus lalu dikirim dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Senin (27/8).

Dalam peninjauan tersebut Kasau didampingi oleh Gubernur AAU Marsda TNI SM Handoko, Danwingdikterbang Kolonel Pnb Deni Hasoloan, dan Ka Museum Dirgantara Mandala Kolonel Sus Dede Nashrudin.

Kasau menekankan agar rencana pergeseran seluruh pesawat yang akan menjadi koleksi museum dapat segera terealisasi sebagai bentuk tahap awal rencana pengembangan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala menjadi Memorial Park dan menjadi Museum pesawat terlengkap di wilayah Asia Tenggara.

Dalam kesempatan peninjauan tersebut Kepala Museum Dirgantara Mandala melaporkan bahwa Pesawat MiG-17 PF dengan nomor ekor F 1182 telah selesai dirakit dalam kurun waktu 10 hari tepatnya pada tanggal 16 Agustus. Saat ini MiG-17 PF telah selesai terdisplay di area halaman depan museum Dirgantara Mandala untuk melengkapi koleksi pesawat lainnya. Kolonel Dede juga menyampaikan bahwa Helikopter Hudges 500 C dari Skadron Udara 7 Kalijati saat ini juga telah sampai di Museum Dirgantara Mandala.

Baca juga:  Rekaman Jingga Band dan Grup Musik Kulintang PIA Gab IV Korpaskhas

MiG-17 Fresco merupakan pesawat tempur buatan Mikoyan-Gurevich Uni Soviet buatan tahun 1954 yang memiliki mesin Klimov VK-1F dengan afterburner.Kecepatannya mencapai 400-500 km/jam dan memiliki manuverabilitas yang lebih baik pada altitude tinggi. MiG-17 Fresco juga merupakan pesawat tempur serbaguna dengan pengoperasian pada siang hari. Pesawat ini dilengkapi persenjataan tiga senapan 23 mm NR-23 dan satu senapan 37 mm N-37 yang terpasang di bawah intake-udara, serta dilengkapi dengan afterburner dan radar Izumrud-5 (RP-5).

TNI Angkatan Udara telah menorehkan tinta emas dengan mengoperasikan MiG-17 varian MiG-17F dan MiG-17PF yang diawali pada tahun 1961. Kemudian pada tahun 1962-1963 yang pada saat itu bertepatan dengan persiapan pelaksanaan Operasi Trikora dan berhasil merebut Irian Barat dari cengkeraman tentara Belanda.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel