TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Kasau : Peringatan Isra’ Mi’raj Momentum Tepat untuk Melakukan Perenungan

By 25 Apr 2018Berita
IMG-20180425-WA0049

 

TNI AU.   Cilangkap-Dispenau (25/4). Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. mengingatkan pentingnya memperingati hari besar Islam, seperti Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Menurut Kasau, kegiatan ini menjadi momentum yang tepat bagi prajurit TNI AU untuk melakukan perenungan, introspeksi diri dan kesungguhan hati dalam meneladani Nabi Muhammad SAW untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kedinasan maupun bermasyarakat.

“Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 M merupakan upaya TNI AU dalam memupuk dan meningkatkan kualitas keimanan prajurit maupun PNS Mabesau” demikian disampaikan Kasau dalam amanat tertulis yang dibacakan Koordinator Staf Ahli (Koorsahi) Kasau Marsekal Muda (Marsda) TNI Umar Sugeng Hariyono, S.I.P., S.E., M.M., pada acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Masjid As-Samawi Mabesau, Cilangkap Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Hadir dalam acara tersebut, para pejabat di lingkungan Mabesau, ibu-ibu PIA Ardhya Garini pengurus pusat serta seluruh personel Mabesau yang beragama Islam. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Fadlan Marbun dan qosidah dari ibu-ibu PIA Ardhya Garini Masjid Al Muawanah Dirgantara 3 Halim Perdanakusuma.

Peringatan Isra’ Mi’raj yang mengangkat tema “Jadikanlah Hikmah Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 M sebagai Sarana Pemantapan Iman dan Takwa Prajurit dan PNS TNI yang Berjiwa Kesatria, Militan, Loyal, Professional, Modern dan Manunggal dengan Rakyat”, menghadirkan penceramah Dr. K.H. Anwar Sanusi dari Pondok Pesantren (PP) Lembah Arofah, Cisarua Bogor.

Dalam ceramahnya, Dr. K.H. Anwar Sanusi yang juga menjabat Ketua Majelis Badan Koordinasi Muballigh Indonesia ini mengatakan, sebagai prajurit yang tugasnya terikat pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, warga Mabesau setiap saat perlu meningkatkan iman dan takwa, antara lain dengan melaksanakan sholat dan beramal shodaqoh.

“Amalan tersebut penting karena dapat menghindarkan seseorang dari perbuatan keji dan munkar” ujar Dr. K.H. Anwar Sanusi.

Dikatakan, moral dan ketakwaan seseorang tidak dapat diprediksi, suatu saat mampu menjadi benteng yang kokoh menghadapi pengaruh negatif, namun pada kondisi lain, sangat rapuh dan mudah terpengaruh hal-hal negatif sehingga tergelincir mengikuti hawa nafsu.

Kasau : Peringatan Isra’ Mi’raj Momentum Tepat untuk Melakukan Perenungan