Berita Utama

Kasau Pimpin Napak Tilas Peringatan Hari Bakti ke-72 TNI AU

Kasau Pimpin Napak Tilas Peringatan Hari Bhakti Tni Au Ke-72
#TNIAU 

TNI AU. Napak Tilas, merupakan peristiwa heroik yang terjadi 72 tahun lalu itu merupakan operasi udara pertama yang dilakukan oleh Angkatan Udara, pukul 04.30 diperingati oleh generasi penerus TNI Angkatan Udara dengan melaksanakan Napak Tilas Rute Penerbangan Serangan Udara ke tiga kota Salatiga, Ambarawa dan Semarang. Kegiatan yang merupakan rangkaian Hari Bakti TNI AU Ke-72 dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., yang berlangsung di Baseops Lanud Adisutjipto, Minggu (29/7).

Dalam sambutannya, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., mengatakan bahwa serangan udara memperlihatkan kegigihan, keuletan, ketangguhan, keyakinan dan semangat juang para pendahulu TNI Angkatan Udara dalam mengemban tugas mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.  Ditengah keterbatasan yang dimiliki oleh rintisan sekolah penerbang TNI AU, para “Tentara Langit” tetap mampu menunjukkan darma bakti terbaiknya sebagai bentuk eksistensi Angkatan Udara menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui napak tilas serangan udara, Kasau berharap bahwa setiap insan Swa Bhuwana dalam melaksanakan tugas penerusan nilai-nilai perjuangan pendahulu harus ditanamkan generasi ke generasi sehingga personel TNI AU tidak lupa jati dirinya sebagai tentara yang mengabdi pada ibu pertiwi. Selain itu prajurit TNI AU harus selalu berjiwa ksatria militan dan loyal sebagai kekuatan yang mampu mengangkat martabat dan kehormatan bangsa.

Menggunakan pesawat latih terbaru milik TNI AU,  Grob G 120 TP-A, kegiatan yang dilaksanakan di Base Ops Pangkalan Udara Adisutjipto. Selanjutnya dilaksanakan simulasi dan teatrikal yang oleh Komunitas Jogjakarta 1945 lengkap menggunakan pakaian kadet penerbang pada jaman itu. Setelah mendapat perintah dari Perwira Operasi Komodor Udara Halim Perdanakusumah mereka mengadakan briefing singkat serta dilanjutkan dengan pelaksanaan misi operasi. Suasana yang dibangun benar-benar mengingatkan tentang peristiwa heroik dan bersejarah tersebut.

Pesawat Guntai dengan Kadet Penerbang Muljono dan juru tembak Abdurrahman menyerang Semarang. Sementara dua pesawat Cureng masing-masing diterbangkan Kadet Penerbang Sutardjo Sigit dan juru tembak Sutardjo untuk menyerang Salatiga, Suharnoko Harbani dan juru tembak Kaput menyerang benteng pertahanan Belanda di Ambarawa. Para Kadet Penerbang tadi menjalankan misi rahasia dari Kepala Staf Angkatan Udara Komodor S. Suryadharma sebagai reaksi balasan terhadap agresi Militer Belanda I yang melaksanakan serangan udara di wilayah-wilayah RI termasuk pangkalan udara di Jawa dan Sumatra. Sedangkan satu pesawat yang diawaki oleh Kadet Penerbang Bambang Saptoaji batal menjalankan misi karena ada kerusakan pesawat. Para kadet penerbang tadi masih berusia sangat belia 19 tahun.

Hadir dalam kegiatan napak tilas tersebut para Pejabat Mabesau, Danlanud Adisutjipto, Ka RSPAU Hardjolukito, para pejabat AAU, Danwingdikterbang, para Kepala Dinas, para Danskadik dan Komandan Satuan, para pejabat di lingkungan Lanud Adisutjipto, perwakilan anggota Lanud Adisutjipto, AAU dan RSPAU dr. Hardjolukito, Siswa Sekolah Penerbang dan PSDP serta perwakilan Taruna AAU.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel