Berita

KASAU RESMIKAN MUSEUM LANUD HALIM

Dibaca: 111 Oleh 10 Apr 2012Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, SIP; meresmikan Museum Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (9/4).   Peresmian ini bertepatan dengan meriahnya perayaan peringatan Hari Ulang Tahun TNI AU ke-66 di Taxy-Way Echo Lanud Halim.

Setelah menjadi inspektur upacara parade serta menyaksikan penampilan demo udara dari Penerbang-penerbang muda TNI AU, Kasau beserta ibu dan pejabat penting lainnya menuju ke gedung Museum yang dulunya digunakan oleh Dinas Logistik Lanud Halim sebagai kantor. Namun sekarang dijadikan tempat pendidikan sejarah Lanud Halim.

Peresmian museum ini ditandai dengan adanya penandatanganan prasasti oleh Kasau didampingi Komandan Lanud Halim Marsekal Pertama TNI A. Adang Supriyadi, SE; selaku pencetus ide dan pemrakarsa diadakannya museum lengkap dengan rangkaian pajangan foto-foto maupun gambar-gambar sejarah berdirinya Pangkalan Udara terlengkap di Indonesia ini.

Dalam goresan tangannya, Kasau menyatakan: Dengan adanya museum ini, mudah-mudahan dapat menjadi tempat untuk belajar bagi generasi muda Angkatan Udara khususnya, tentang perjuangan generasi pendahulu dan sejarah masa lalu untuk membangun kejayaan Angkatan Udara. Demikian, ungkapan Marsekal TNI Imam Sufaat, SIP; setelah melihat-lihat dari dekat isi dan kelengkapan museum ini.

Museum Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menyimpan koleksi foto dan (benda) sejarah TNI AU. Terutama memajang gambar-gambar dan foto-foto hitam-putih pesawat-pesawat tempur dan pesawat angkut yang telah memperkuat dan mendukung keberhasilan perjuangan kemerdekaan sejak tahun 1947 seperti B-25 Mitchell, Dakota, MIG, Albatros, Mustang dan juga para pelaku sejarah.

Isinya menampilkan tampilan keseluruhan berdirinya Lanud Halim Perdanakusuma dengan berawal dari hasil konferensi Meja Bundar di Den-Haag antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda, pada 23 Agustus 1949, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma yang dulunya bernama Pangkalan Udara Tjililitan dengan segala fasilitas didalamnya, diserahkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Dan upacara penyerahannya dilakukan pada 20 Juni 1950 di depan Base Operation Pangkalan Udara Tjililitan. Sampai dengan perkembangan terkini dari Skadron-skadron Udara yang ada, terakhir diresmikannya Skadron Udara 45 pada November 2011.

“Saya merasa bangga dan bahagia karena sejarah sangat penting untuk anak dan generasi kita yang akan datang”, ujar Kasau setelah melihat dan memperhatikan seluruh gambar yang ada diruangan tersebut.

Sementara itu, pada kesempatan lainnya Komandan Lanud Halim mengatakan bahwa sejarah tumbuhnya pangkalan udara sangat strategis untuk pembangunan nasional. “Hal ini kita bisa lihat dari bukti sejarah bahwa pada jaman Belanda dulu yang dibangun pertama-kalinya adalah landasan udara. Karena begitu pentingnya sejarah, khususnya Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma maka saya berusaha menghimpun dan mengumpulkan benda atau barang yang pernah digunakan di Lanud Halim,” kata Danlanud dengan bangga pada saat peresmian museum.

Baca juga:  KOMANDAN LANUD BALIKPAPAN TERIMA TIM AJU KARWIS PASIS SEKKAU ANGKATAN 95

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel