Berita

Kasau : Sejarah Menjadikan Kita Arif, Karena Realitas Masa Lalu Sebagai Pengalaman

Dibaca: 15 Oleh 19 Mei 2013Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Sebagai wujud pembinaan jiwa nasionalisme bagi personelnya, Kampus Seskoau yang berlokasi di Lembang, Bandung Barat pada Jumat (17/5) turut menyelenggarakan tradisi Upacara Pengibaran Bendera tanggal 17-an bagi instansi pemerintah pada Bulan Mei 2013. Upacara Bendera dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Walet, Seskoau, Lembang, Bandung Barat yang berlatar belakang panorama Gunung Tangkuban Perahu nan hijau dan kokoh sebagai salah satu ikon wisata Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya inspektur upacara Komandan Seskoau Marsda TNI Sudipo Handoyo, S.E., membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI I.B Putu Dunia. Menurut Kasau pada Bulan Mei ini terdapat peristiwa bersejarah yaitu Kebangkitan Nasional. Melalui Budi Utomo sebagai cikal bakalnya rakyat Indonesia berangsur-angsur sadar akan kondisinya sehingga akhirnya melalui perjuangan dan semangat nasionalisme berhasil mencapai kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Peringatan peristiwa bersejarah tersebut merupakan sarana generasi penerus bangsa untuk berkontemplasi dan memahami bahwa kejadian dan aktifitas masa lalu merupakan tonggak dinamika perjalanan yang membangun, membentuk dan mengukir karakter bangsa sehingga menjadikan Negara Indonesia berdiri tegak sampai saat ini. “Sejarah menjadikan kita lebih arif, karena realitas masa lalu merupakan pengalaman yang tidak ternilai untuk dijadikan “cermin” dalam menatap perjalanan ke depan”, ujar Kasau.

Baca juga:  Berkunjung ke Muspusdirla, Rekreasi Sambil Belajar

Di bagian lain Kasau menyinggung tentang posisi TNI Angkatan Udara yang terus tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika pembangunan dan perkembangan lingkungan strategis. Sehingga kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu komponen kekuatan yang dapat menjadi “bargaining power” dalam upaya menyelesaikan konflik antar negara. Walaupun dalam keterbatasan anggaran, TNI Angkatan Udara menempuh kebijakan “minimum essensial force” (kekuatan pokok minimum). Dalam Latihan Gabungan TNI 2013 manifestasi kesiapan operasional TNI Angkatan Udara terlihat nyata dengan mampu melaksanakan peran, tugas dan fungsinya melalui pelibatan personel maupun alutsistanya. Karena alutsistanya rawan kecelakaan, Kasau senantiasa mengingatkan seluruh personelnya untuk menerapkan budaya safety pada setiap pelaksanaan tugas.

Kasau juga mewanti-wanti seluruh personel TNI Angkatan Udara untuk tidak terbawa arus bentrokan dan perkelahian antar TNI/Polri dan masyarakat serta tidak terlibat dalam narkoba. Untuk itu kepada para komandan satuan, Kasau menekankan agar senantiasa memonitor dan melakukan pengawasan melekat kepada anggotanya.

Peserta upacara 17-an di Seskoau meliputi pejabat, Perwira, Bintara, Tamtama, PNS serta Perwira Siswa Seskoau Angkatan ke-50.

Baca juga:  Wakil Ketum Yasarini: Teruslah Berinovasi Bangun Sekolah Angkasa

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel