Berita

Kasau, TNI AU Harus Mampu Menyiapkan Worst Case Scenario

Kasau, TNI AU Harus Mampu Menyiapkan  Worst Case Scenario
#TNIAU 

TNI AU. Sebagai garda terdepan bangsa Indonesia, TNI  Angkatan Udara harus mampu melihat berbagai permasalahan ini dari sudut pandang pertahanan, sekaligus menyiapkan worst-case scenario yang mungkin timbul dari berbagai isu tersebut. Secara khusus, saya ingin membahas dua isu yang menjadi perhatian utama dunia dalam beberapa dekade terakhir, dan juga penting untuk kita pahami sebagai insan dirgantara.

Demikian yang dikatakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., dalam sambutanya yang dibacakan oleh Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., pada kegiatan upacara bendera 17-an di apron base Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (17/2/2020).

“Issue pertama adalah global warming yang mengakibatkan climate change, sehingga bencana alam semakin rentan terjadi. Kondisi ini menjadi semakin parah, khususnya bagi negara yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire seperti Indonesia.

Selanjutnya Kasau Marsekal Yuyu Sutisna mengatakan, musibah banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami, menjadi semakin rentan terjadi. Artinya kesiapan TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan operasi militer selain perang, akan menjadi hal yang krusial dalam mengatasi berbagai bencana alam tersebut.

Baca juga:  Danlanud RHF Turut Melepas Peserta Tour De Bintan 2019

“Untuk itulah, dalam pembangunan kemampuan dan kekuatan TNI Angkatan Udara ke depan, kita fokuskan pada penanganan kebakaran hutan dan lahan, teknologi modifikasi cuaca, kemampuan medis, water container bombing, dan berbagai kemampuan lainnya.”

Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, begitu pula dalam hal pemenuhan alutsista, kita akan mendatangkan pesawat Amfibi, Helikopter Combat Sar, dan berbagai alutsista lainnya yang dapat memperkuat kemampuan  yang kita laksanakan.

“Issue berikutnya adalah yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital, informasi, dan komunikasi yang menjadi kebutuhan esensial. Namun demikian, perkembangan ini akan berubah menjadi teknologi yang disruptif, mana kala organisasi tidak mampu memanfaatkan teknologi dengan tepat,” ucap Yuyu.

Marsekal Yuyu Sutisna menambahkan, bahwa semakin dunia bergantung pada teknologi digital, maka semakin besar dampak cyber attacks terhadap digital failure yang dapat menghancurkan organisasi. Tidak ada cara lain, selain totalitas TNI Angkatan Udara untuk mengambil manfaat dari teknologi tersebut.

Hadir dalam upacara bendera 17-an, Kadislog Lanud Rsn Kolonel Tek Dwi Wihananto, Para Komandan Satuan, para pejabat dan para Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS.

Baca juga:  Koopsau lll: TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Ancaman Non Militer

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel