Berita

Kasau : “Tugas Dislambangjaau Tidak Ringan”

Dibaca: 9 Oleh 20 Des 2014Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, tugas dan tanggung jawab Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU (Dislambangjaau) dalam membina dan menyelenggarakan keselamatan penerbangan dan kelaikan udara serta keselamatan kerja termasuk search ang rescue/survival di lingkungan TNI AU merupakan tugas yang tidak ringan.

“Dislambanjaau mengemban tugas berat, karena mencakup dua tugas utama yaitu mission accomplished dan safety always yang harus dijalankan secara tepat dan berkelanjutan “ kata Kasau dalam sambutan tertulis yang yang disampaikan saat memimpin serah terima jabatan  (Sertijab) Kepala Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU (Kadislambangjaau) di Mabeau, Cilangkap Jakarta, Jumat (19/12).

Jabatan Kadislambangjaau diserahterimakan dari Marsekal Pertama (Marsma) TNI Rasrendro Bowo  kepada Kolonel Pnb Dr. D. Herly Dwiyanto, S.T, M.M, M.Si (Han).  Pejabat lama selanjutnya menempati pos baru sebagai Pati Sahli Kasau bidang Kersalem, sedangkan pejabat baru sebelumnya adalah Sesdisbangopsau.  Hadir pada kesempatan tersebut, Wakasau Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, Korsahli Kasau Marsda TNI Herry Wibowo Eslah, para Asisten Kasau dan pejabat teras TNI AU lainnya.

Dikatakan Kasau, saat ini TNI AU telah memiliki ratusan pesawat yang terdiri dari pesawat tempur, pesawat angkut, Helikopter, pesawat latih, pesawat VVIP/VIP, pesawat intai, pesawat tanpa awak serta puluhan satuan radar Hanud dan rudal Hanud  serta bateray penangkis serangan udara Oerlikon modern.

Keberadaan Aluitsista dalam jumlah besar memang akan menambah kekuatan operasional TNI AU. Namun juga mengandung resiko yang tinggi bila tidak diimbangi dengan aturan keselamatan terbang dan kerja.  Oleh karena itu, Kasau minta agar Dislambangjaau dapat melakukan inovasi dan kreatifitas bidang Lambangja guna mewujudkan zero accident di lingkungan TNI AU untuk mendukung misi pemerintah dalam mengamankan kepentingan nasional termasuk doktrin poros maritim Indonesia.

“Sebesar apapun kekuatan yang dimiliki tidak akan memiliki arti, jika dalam diri setiap prajurit TNI AU tidak mampu menciptakan budaya safety” kata Kasau.

Baca juga:  Danlanud Sultan Hasanuddin Serahkan Uang Duka

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel