Berita

KASAU ZIARAH DI MONUMEN NGOTO

Dibaca: 25 Oleh 15 Mei 2010Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Dalam rangka peringatan ke-62 Hari Bhakti TNI AU, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Subandrio memimpin ziarah di makam Pahlawan Nasional Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh di Monumen Perjuangan TNI AU, Ngoto Bantul Yogyakarta. Ziarah diikuti oleh para wisudawan purnapati, para pejabat TNI AU, keluarga pahlawan, anggota Lanud Adisutjipto dan Akademi Angkatan Udara serta Siswa Sekbang maupun Karbol.

 

Di Monumen Perjuangan TNI AU ini atau yang lebih dikenal dengan monumen Ngoto, 29 Juli 62 tahun yang lalu, pesawat Dakota VT-CLA jatuh dalam misi kemanusiaan. Peristiwa Dakota VT-CLA bermula dari keberhasilan TNI AU menggempur benteng pertahanan Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa dalam “Serangan Fajar”. Karena kekalapan Belanda setelah peristiwa pemboman oleh elang-elang Indonesia atas basis militer Belanda di 3 kota tersebut, dimana Belanda dengan 3 buah pesawat “Kitty Hawk” tidak berhasil mengejarnya, maka pada tanggal 29 Juli sore harinya, terjadilah suatu peristiwa yang menyedihkan dalam sejarah perjuangan Indonesia, khususnya TNI Angkatan Udara.

Baca juga:  Primkopau Lanud Sjamsudin Noor Adakan RAT

 

Dalam peristiwa tersebut, sebuah pesawat Dakota VT-CLA yang membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Indonesia menjadi sasaran keganasan tembakan 2 buah pesawat “Kitty Hawk” Belanda. Pesawat yang rencananya akan mendarat di Pangkalan Udara Maguwo jatuh terbakar di daerah Ngoto. Termasuk korban tewas dalam peristiwa pesawat Dakota VT-CLA adalah para perintis TNI AU, yaitu Komodor Muda Udara A. Adisutjipto, Komodor Udara Prof Dr. Abulrahman Saleh dan Opsir Muda Udara Adisumarmo.

 

Koordinator Ziarah Letkol Sus Drs Sudarno mengatakan ziarah ini dimaksudkan untuk mendoakan dan mengenang jasa serta pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan. “Semoga arwah para pendahulu kita diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa”, jelasnya

 

Sementara itu, pada malam harinya di tempat yang sama digelar acara Malam Tirakatan. Acara yang dihadiri 200 tamu undangan ini dimaksudkan sebagai media wejangan untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan dari sesepuh TNI AU kepada generasi penerus.

 

Marsda Purn Soegiatoro selaku sesepuh dalam wejangannya mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. “Sebagai generasi penerus, hendaknya dapat meneladani semangat perjuangannya dan selalu berbuat yang terbaik demi kejayaan bangsa dan negara dalam rangka ikut mengisi kemerdekaan”, jelas Marsda Purn Soegiantoro.

Baca juga:  Pangkoopsau III Pimpin Sertijab Danlanud Leo Wattimena

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel