Berita

Kebakaran Di Kantor Provos Kosekhanudnas II

Dibaca: 8 Oleh 02 Okt 2015Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Selasa, (29/9) Pada pukul 10.15 WITA telah terjadi kebakaran di Makosekhanudnas II tepatnya di belakang Kantor Satuan Provos. Kejadian tersebut sontak membuat seluruh personel Kosekhanudnas II terkejut. Petugas Jaga langsung membunyikan lonceng tanda terjadinya kebakaran dan mengumumkan melalui pengeras suara yang disambut oleh para pejabat pemegang HT untuk segera bertindak mengamankan dokumen dan melaksanakan pemadaman api. Beberapa personel dengan sigap langsung mengambil peralatan Alpeka yang sudah tersedia menuju lokasi kebakaran, sementara yang lainnya berkumpul di lapangan apel untuk konsolidasi. Dengan seluruh kemampuan dan peralatan yang ada, akhirnya api dapat dipadamkan. Kebakaran tersebut mengakibatkan beberapa peralatan kantor rusak berat dan satu orang PNS menderita luka bakar. Korban langsung ditangani oleh Petugas Kesehatan Kosekhanudnas II dengan memberikan pertolongan pertama untuk selanjutnya dirujuk ke RS TNI AU Dody Sardjoto Makassar. Kejadian tersebut merupakan rangkaian kegiatan simulasi dan pelatihan pemadaman kebakaran, yang merupakan salah satu program kerja bidang Lambangja di bawah Asisten Operasi Kolonel Pnb Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos. Hal ini penting untuk dilaksanakan mengingat bahaya kebakaran yang mengancam setiap waktu dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan.

Baca juga:  KOMANDAN LANUD ABD TERIMA TIM ITJEN TNI

Kegiatan ini dimulai dengan materi penjelasan yang disampaikan oleh Pabandya Lambangja Mayor Tek Ma’ruf Mujayin. Dalam materi lapangan yang berlangsung di lapangan apel Kosek II ini para peserta diberikan pemahaman mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran. Menurut Pabandya Lambangja Kosekhanudnas II, hal-hal yang sering menjadi penyebab terjadinya kebakaran adalah kurangnya kesadaran tiap individu dalam mencegah terjadinya kebakaran. Beberapa hal diantaranya yaitu membuang puntung rokok sembarangan dan tidak mematikan api secara benar saat pembakaran sampah. Disisi lain suhu yang terlalu panas dan percikan api pada jaringan listrik juga dapat memicu terjadinya kebakaran.

Kepada seluruh anggota yang hadir diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan upaya dini penanggulangan bahaya kebakaran dan tidak sepenuhnya menggantungkan diri kepada Petugas Pemadam Kebakaran mengingat perambatan api yang sangat cepat pada saat terjadi kebakaran dan keterlambatan Petugas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi akibat arus lalulintas yang padat.

Simulasi yang dilakukan di Kosekhanudnas II merupakan simulasi penanggulangan bahaya kebakaran dengan menggunakan Alpeka yang tersedia, seperti karung goni, pasir, air dan tabung Alpeka. Karung goni yang telah dibasahi air, kemudian ditutupkan pada objek yang terbakar mampu memadamkan api secara cepat karena menghambat masuknya oksigen yang merupakan elemen penting dalam reaksi pembakaran.

Baca juga:  Dankodiklatau Dampingi Kasau Tinjau Fasilitas Belajar di Pusbahasa Skadik 505

Kegiatan yang berlangsung selama 150 menit ini juga merupakan bentuk dari uji Protap Kosekhanudnas II tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, setiap personel Kosekhanudnas II memiliki kesadaran yang tinggi tentang bahaya kebakaran dan kemampuan dalam menanganinya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel