Berita

Kebersamaan Perlu untuk Bangun Kolaborasi Pendidikan

Dibaca: 24 Oleh 20 Jun 2011Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Pada dasarnya semangat kebersamaan, sangat diperlukan untuk membangun kolaborasi pendidikan. Baik menyangkut tenaga pendidik, siswa, dana, sistem, program maupun aktivitas. Prinsip “the strong helps out the weak” perlu dikembangkan secara nyata. Hingga pada suatu saat kelak, pendidikan dapat menempati posisi sentral dan prioritas utama dalam upaya menata pembentukan personel. Demikian salah satu pernyataan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Elianto Susetio, S.I.P pada amanatnya yang bertindak selaku Inspektur Upacara pada pembukaan pendidikan Suspagumil (kursus perwira guru militer)Angkatan ke-40 dan Susbatek SBM (Kursus Bintara Teknisi Stasiun Bumi Mini) Angkatan ke-12, yang dilaksanakan di lapangan apel staf II Lanud Sulaiman. Senin, (20/06).

Dalam sambutannya Danlanud menyampaikan agar kepada para siswa yang lainnya pun harus menyadari bahwa sesungguhnya para siswa yang menempuh pendidikan di Lanud Sulaiman ini memiliki visi dan misi yang sama. ”Karena itu, tetap pelihara rasa solidaritas dan soliditas agar tujuan sebenarnya dari mengikuti pendidikan ini adalah untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara profesional maupun proporsional,” Kata Kolonel Pnb Elianto Susetio, S.I.P

Baca juga:  Peringatan ke-64 Hari Angkatan Udara di Lanud WMI

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa apabila kita mampu mengakumulasikan empat sisi tujuan pendidikan, yaitu akademik, keahlian, sosial, dan personel kedalam tatanan pendidikan maka keberhasilan untuk menciptakan disiplin yang baik, memelihara, dan meningkatkan kesemaptaan jasmani serta kemampuan akademis yang optimal akan dapat tercapai. Tentunya, hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab sekaligus tantangan bagi lembaga pendidikan untuk senantiasa berorientasi kepada mutu hasil didik.

“Oleh karena itu, saya menekankan kepada para siswa agar menyadari bahwa dengan kesempatan mengikuti banyak pendidikan, harus dipandang sebagai hal positif. Sesuai dengan hakekat ilmu pengetahuan, yaitu siapa yang menguasai ilmu, akan lebih mudah dalam memecahkan berbagai masalah, baik dalam kedinasan maupun diluar kedinasan,”kata Danlanud. Karena seseorang mampu berfikir secara mendalam, memiliki visi yang lebih luas, tajam, serta bijak dalam mengambil keputusan. Dilandasi oleh akal budi dan nurani kemanusiaan yang identik dengan sifat dan identitas prajurit sapta marga. 

Pendidikan Susbatek SBM angkatan ke-12 akan menempuh waktu 314 jam pelajaran( dua bulan ) di Skadik 202 Lanud Sulaiman. Tujuannya adalah membekali para bintara yang berprofesi elektronika agar dapat bertugas sebagai teknisi stasiun bumi mini dengan diberikan pengetahuan dan ketrampilan dibidang pemeliharaan peralatan sbm dan sikap perilaku yang dilandasi jiwa sapta marga serta kesemaptaan jasmani yang baik sesuai dengan bidang tugasnya. Pendidikan Susbatek sbm yang semula pendidikannya dilaksanakan di Depohar 40 kini diselenggarakan di Skadik 202 Lanud Sulaiman. Hal tersebut berdasarkan program kerja kodikau tahun anggaran 2011 dan Perkasau/72/IX/2008 tanggal 23 September 2008 tentang pengesahan kurikulum susbatek Stasiun Bumi Mini (SBM). Sedangkan Suspagumil akan menempuh pendidikan selama empat bulan di Skadik 201 Lanud Sulaiman.

Baca juga:  BERSEPEDA RIA PRAJURIT DAN PNS KELILING LANUD HALIM

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel