Berita

KEDATANGAN PESAWAT BARU MERUPAKAN “DETERRENT POWER” BAGI TNI AU

Dibaca: 16 Oleh 18 Feb 2014Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Udara yang dilaksanakan baru-baru ini di Mabesau, Cilangkap membahas antara lain adalah upaya meningkatkan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara difokuskan pada tercapainya kemampuan optimal satuan-satuan Operasional TNI Angkatan Udara secara terpadu melalui pendidikan dan latihan yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Demikian di katakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI I.B Putu Dunia dalam sambutan tertulis pada upacara 17an di Lanud Atang Sendjaja yang dibacakan oleh Komandan Lanud Marsekal Pertama TNI Eko Supriyanto. Senin, (17/2). Upacara Bendera tersebut diikuti para Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil di jajaran Lanud Atang Sendjaja, Wingdikum dan Kompi Senapan C Batalyon tempur 467 Paskhas.

Lebih lanjut dikatakannya, kebijakan pembinaan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pendidikan dan latihan merupakan jawaban atas tekad untuk menjadikan TNI Angkatan Udara semakin profesional. kebijakan tersebut sekaligus merespon modernisasi alutsista yang akan mencapai puncaknya pada tahun ini.

Kedatangan beberapa Alutsista seperti pesawat Tempur T-50i Golden Eagle, F-16, Pesawat Latih G-120tp Grob, Pesawat angkut ringan Cn-295, angkut berat C-130 dan pesawat tempur Emb-314 Super Tucano, tentu saja sangat menggembirakan, karena akan makin menambah kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.

Baca juga:  Gernasbaku Di TK Angkasa Lanud BNY

Penambahan jumlah dan modernisasi Alutsista memang sangat kita butuhkan, selain untuk mendukung pelaksanaan tugas juga sekaligus sebagai Deterrent Power. Kedatangan pesawat baru ini menuntut seluruh personil TNI Angkatan Udara agar meningkatkan profesionalismenya sehingga mampu merawat dan mengoperasikannya sesuai tuntutan tugas dengan lancar dan aman. “Terang Kasau”.

Terkait dengan Pemilu Kasau mengingatkan kembali kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Udara dimanapun bertugas agar menjaga komitmen netralitas TNI, prajurit tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas dinas untuk mendukung kepentingan salah satu kelompok atau partai politik peserta pemilu.

TNI Angkatan Udara memiliki tanggung jawab untuk menjamin suksesnya penyelenggaraan kegiatan proses Pemilu melalui partisipasi aktif, sesuai ketentuan yang berlaku. “Jelas Kasau.”

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel