Berita

Kejayaan Bangsa Dan Negara Ada Dipundak Generasi Muda

Dibaca: 15 Oleh 09 Des 2014Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Berbagai kasus pencucian otak untuk kepentingan sebuah misi bersifat ekstrim dan radikal yang muncul belakangan kian mengkhawatirkan dan mengusik ketenangan masyarakat diberbagai negara belahan dunia termasuk Indonesia. Doktrin mereka tidak menutup kemungkinan akan dilancarkan hingga kepada para pelajar maupun mahasiswa.

Kasus-kasus lain yang yang tak kalah membuat miris kita semua adalah seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkotika yang tidak mengenal tempat dan strata merambah hingga ke pelajar maupun mahasiswa bahkan aparatur negara sekalipun. Aksi tawuran masal antar pelajar, mahasiswa, antar kampung yang berakhir dengan aksi anarkis bahkan hingga jatuh korban jiwa sia-sia masih sering terjadi seperti yang baru-baru ini terjadi di Lampung. Dengan berbagai peristiwa yang terjadi itu mengindikasikan bahwa mulai lunturnya jati diri di kalangan mereka yang berimbas terhadap penurunan semangat nasionalisme.

Pendidikan karaker bagi bangsa yang mulai kehilangan jati dirinya, mulai luntur tergerus arus globalisasi memang sangat diperlukan sejak usia dini. Pendidikan karakter dikembangkan untuk menguatkan identitas bangsa dan mencegah gejolak permasalahan di tanah air yang cenderung kian mengaburkan semangat nasionalisme. Untuk menciptakan pemuda pelajar yang memiliki karakter mulia diperlukan upaya dan kerjasama yang sinergis antara orang tua, sekolah, dan masyarakat lingkungan. Untuk mewujudkan pribadi siswa yang mantap dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi selain peran aktif para guru, orang tua dan masyarakat lingkungan dengan berbagai upaya dilaksanakan, dengan harapan dapat membentengi dan menangkal segala bentuk pengaruh negatif yang marak berkembang belakangan ini.

Baca juga:  GEMURUH SUPER TUCANO DI LANGIT MALANG RAYA

Salah satu pendidikan untuk membentuk karakter pribadi siswa yang tangguh, disiplin dan bertanggung-jawab adalah dengan membangkitkan semangat nasionalisme kepada mereka. Meskipun dihadapkan pada perkembangan zaman yang semakin serba modern, salah satu bentuk kegiatan upacara bendera masih sangat relevan dilakukan selain kegiatan-kegiatan lain yang bernilai kepatriotan dan nasionalisme. Untuk mengantisipasi merebaknya virus terorisme dan radikalisme yang mengancam keselamatan bangsa dan Negara, maka makna kegiatan upacara bendera dapat menjadi benteng bagi siswa. Penghormatan terhadap bendera merah putih dapat dijabarkan maknanya sebagai semangat setiap siswa untuk tetap menjaga keutuhan NKRI dan mengingatkan setiap siswa untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah rela berkorban jiwa raga untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Siswa diharapkan sadar bahwa peran mereka saat ini hanya dituntut untuk mengisi kemerdekaan melalui cara belajar dengan sungguh-sungguh.

Dengan semangat nasionalisme yang tinggi dan kerjasama yang baik antara orang tua siswa, guru, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar dapat membentengi siswa dan menyelamatkan siswa dari pengaruh negatif lingkungan sehingga siswa dapat meraih prestasi dan menjunjung tinggi budi pekerti. Siswa dapat menjadi pelopor bagi lingkungan sekitarnya untuk terus senantiasa membangkitkan semangat nasionalisme di dada seluruh masyarakat Indonesia. Dengan bangkitnya kembali semangat nasionalisme yang telah memudar mudah-mudahan akan dapat mengembalikan jati diri bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi bangsa yang besar, beradab, bermartabat dan dapat bersaing di dunia internasional tanpa meninggalkan identitas karakter kebangsaannya. Karena secara berkesinambungan, sesungguhnya kejayaan bangsa dan negara ada di pundak generasi muda. Demikian disampaikan Inspektur Upacara (Irup) Perwira Hukum Lanud Palembang, Kapten Sus Priyo Hadi Susilo, SH.MH. selaku Pembina Sekolah Sekolah Dasar yang ada dilingkungan Lanud Palembang pada Upacara Bendera hari Senin (8/12) kemarin di halaman SD Negeri 140 Palembang yang berada di area komplek Lanud Palembang.

Baca juga:  Upacara Minggu I Bulan September 2018 di Makosekhanudnas III

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel