Berita

Kejurda Porprov Gantole Dan Paralayang : “Terkendala Angin Atlit Harus Lebih Waspada”

Dibaca: 50 Oleh 19 Des 2014Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Pekan olah raga tingkat Provinsi (Porprov) Sumatera-barat ke-13 cabang olah raga Aero sport Gantole dan Paralayang memasuki hari ke-2 yang dengan mengambil lokasi di Bukit Tambun Indah Gunung Selasih Dharmasraya Sumatera-Barat, Rabu (18/12).

Kelas ketepatan mendarat (KTM) merupakan pertandingan yang di gelar hari ini diikuti sebanyak 80 atlit datang dari 19 kota dan kabupaten Provinsi Sumbar.

Selama enam (6) bulan berjuang keras mengerahkan alat berat membangun akses jalan agar kendaraan dapat masuk menuju area take off (tempat launcing) di bukit ini. Hal ini merupakan apresiasi pilihan tepat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Dharmasraya.

Menurut H. Syahrul Furkon, SKM, Ketua Pengurus Cabang Fasida Sumbar menjelaskan, Kita ingin mengembangkan potensi Dharmasraya dengan konsep yang menarik dan kreatif  sejajar dengan potensi daerah lain.  Saat kami berkunjung di Bali melihat olah raga Gantole dan Paralayang  dimana seseorang dapat menikmati udara bebas mengangkasa loncat dengan parasute dari buki.

Inilah yang menginpirasikan hingga hari ini kita kembangkan untuk menyiapkan area teke off maupun landing dengan tujuan untuk menjadikan Dharmasraya sebagai salah satu tujuan wisata Aero Sport di Sumatera-Barat jelasnya.

Baca juga:  2 Pesawat T50I ( Golden Eagle ) transit di Baseops Lanud Balikpapan

Sementara itu Dadang Kardus sebagai Make Director (MD) Pertandingan menambahkan, pelaksanaan kejuaran pada hari ini kita terkendala dengan ancaman angin gusting.

Seperti kita ketahui bersama angin Gusting merupakan angin yang datang secara tiba-tiba dengan dengan kecepatan di atas 10 knots yang disebabkan oleh awan CB (Cumulus Nimbus) yang sudah terbentuk di sekitar area lokasi take off maupun landing .

Awan CB ini sangat berbahaya bagi para peserta  kejuaraan Gantole dan Paralayang maka untuk menjaga keselamatan peserta panitia memutuskan dihentikan sementara setelah kondisi yang lebih baik maka pertandingan dilanjutkan kembali tuturnya.

Di lokasi pertandingan cabang Gantole dan Paralayang sangat indah dan menajubkan di kelilingi perbukitan, sejauh mata memandang terlihat memanjang garis Horison ridangnya hutan alam Sumatera Barat, namun tantangan yang lebih besar hari ini yakni faktor arah dan kecepatan angin yang kurang bersahabat. 

Faktor alam ini diharapkan menjadi perhatian utama bagi para peserta agar lebih waspada sehingga kejuaraan ini dapat berjalan dengan sukses tanpa ada accident (kejadian) apapun tambahnya.

Disisi lain Dodo Kurdi sebagai petugas safety officer menuturkan, berdasarkan pengamatan yang kita lakukan para atlit masih banyak melakukan aksi berbahaya saat teke off maupun landing, ini harus di jadikan masukan yang mendasar dalam olah raga Paralayang.

Baca juga:  Lanud Abd Saleh Gelar Latihan Pengamanan dan Patroli Aset TNI AU Rajekwesi

Kurang jam terbang dan intensitas latihan penyebab utama potensi bahaya dalam kejuaraan ini. Kita berharap agar para atlit mempertimbangkan kemapuanya jangan memaksakan ingin mendapat medali atau prestasi tetapi hasil akhir cidera bahkan cilaka sekecil apaun harus kita hindari tuturnya.

Hal inio juga di akui oleh Cimin atlit Paralayang asal Bukit-Tinggi pemilik lasion PL-2 mengakui tidak mudak menggondal piala emas dalan Porprov ke-13 ini. Melihat kondisi seperti, jika kejuaraan hanya untuk indivisual saja layak untuk di pertandingkan tetapi jika kejuaraan ini untuk membawa nama harus daerah sangat riskan.

Banyak atlit-atlit junior  turut berlaga di kujuaraan ini masih minim pengalaman dan sedikit jam terbang tentu menjadi bahan pertimbangan bagi pihak panitia. Jika kita tengok ke atas di sekitar lokasi pertandingan sedang terjadi pembentukan awan (Cover gen) baik di area teke off maupun di area sport landing.

Kita berharap kondisi cuaca dapat segera membaik dan pertandingan dapat dilanjutkan ujarnya. Sebanyak 80 atlit akan berlaga pada hari ini dengan merebutkan Kelas Ketepatan Mendarat (KTM) namun hanya mampu dilakukan 50 sourte.

Baca juga:  Aki Dan Nini Lengser Wingdikum Sambut Kedatangan Dankodikau

Direncanakan besok pagi kejuaraan akan dimulai dengan start lebih awal memaksimalkan kondisi yang lebih baik. Olahraga paralayang merupakan salah satu cabang olahraga terbang bebas. Paralayang dapat diartikan sebagai sebuah parasut yang dapat diterbangkan dan dapat mengangkat badan penerbang. Parasut atau pesawat ini lepas landas dan mendarat menggunakan kaki penerbang.

Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift).

Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Peralatan paralayang sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 – 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung. Olahraga Paralayang juga sangat kecil ketergantunganya dengan wahana lainnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel