Berita

KEKUATAN ANGKATAN UDARA MERUPAKAN BARGAINING POWER PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR NEGARA

Dibaca: 24 Oleh 23 Mei 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Kekuatan angkatan udara merupakan salah satu komponen kekuatan yang dapat menjadi ”bargaining power” dalam upaya menyelesaikan konflik antar negara, demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Danlanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Nanang Santoso pada amanat upacara bendera tujuhbelasan yang berlangsung di Apron Lanud Pekanbaru, Senin (17/5).

 

Namun untuk membangun sebuah angkatan udara yang kuat bukanlah merupakan sesuatu hal yang mudah serta memerlukan dukungan dana yang tidak sedikit, hal ini sangat terkait dengan keterbatasan anggaran negara dan tingginya tingkat ketergantungan teknologi, sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab tersendatnya upaya pembangunan TNI Angkatan Udara kedepan. Lebih lanjut KASAU menyampaikan bahwa, pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara diarahkan untuk mewujudkan kesiapan operasional baik pesawat tempur, pesawat angkut dan pesawat helikopter serta alutsista pendukung lainnya.

 

Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara akan semakin berat. Kemajuan teknologi semakin pesat, peran kekuatan udara dalam perang modern semakin diperlukan. Meskipun bagi bangsa Indonesia, perang merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh, namun menyiapkan diri untuk siap perang, adalah langkah yang cerdas untuk menjamin situasi damai. Untuk menuju kemampuan dan kekuatan TNI Angkatan Udara sebagai ”the first class air force” bukanlah merupakan hal yang mudah untuk di capai apabila dihadapkan pada kondisi nyata saat ini, namun dengan tekad bersama untuk menuju hal-hal yang lebih baik akan mampu menjadi faktor penentu menuju cita-cita yang diharapkan, yakni TNI Angkatan Udara yang profesional, efektif, effisien, modern dan handal, demikian disampaikan Kepala Staf.

Baca juga:  Ceramah Wawasan Kebangsaan Tim Baksos Posko Selaru

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf menekankan pentingnya untuk menerapkan budaya safety pada setiap pelaksanaan tugas yang akan dilaksanakan. Selain itu upaya pembinaan keselamatan terbang dan kerja melalui program ”Road to Zero Accident”, hendaknya terus dilaksanakan secara konsisten tanpa mengabaikan tujuan aspek operasi dan latihan. Untuk itu Kepala Staf memerintahkan kepada para komandan satuan, Komandan Pangkalan maupun Panglima Kotama agar memanfaatkan setiap jam komandan untuk selalu mengingatkan berbagai hal demi tercapainya keamanan terbang dan kerja.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel