Berita

Keluarga Besar Lanud Sjamsudin Noor Terima Ceramah KDRT

Dibaca: 25 Oleh 20 Jan 2016Tidak ada komentar
Keluarga Besar Lanud Sjamsudin Noor Terima Ceramah KDRT
#TNIAU 

Untuk mengisi program kerja tahun 2016, PIA Ardhya Garini Cab.129/D.II Lanud Sjamsudin Noor mengadakan kegiatan pencerahan ceramah tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang dilaksanakan di Gedung Bina Angkasa Lanud Sjamsudin Noor, Senin, (18/1). Pertemuan/tatap muka yang telah masuk dalam program rutin kegiatan PIA AG Lanud SAM yang dilaksanakan sebulan sekali tersebut dihadiri oleh Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Erwin Sugiandi, Ketua PIA AG Cab.12/D.II Lanud SAM Ny. Dewiyana Erwin Sugiandi, para Kadis Lanud SAM dan seluruh anggota Lanud SAM beserta para istri yang tergabung dalam organisasi PIA Ardhya Garini.

Ketua PIA AG Cab.12/D.II Lanud SAM Ny. Dewiyana Erwin Sugiandi mengatakan, kegiatan pencerahan berupa ceramah dimaksudkan sebagai salah satu bentuk pembinaan segenap anggota PIA AG untuk mengetahui bahwa undang-undang tentang Penghapusan KDRT ini merupakan jaminan yang diberikan oleh Negara untuk mencegah KDRT, menindak pelaku KDRT dan melindungi korban KDRT.

Dikatakan Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Erwin Sugiandi dalam sambutannya, bahwa KDRT di lingkungan TNI yang dilakukan oknum prajurit TNI dan PNS TNI lebih banyak disebabkan beberapa hal di antaranya ekonomi, ego suami isteri, kepercayaan suami isteri, pengaruh narkotika, wanita idaman lain, pria idaman lain dan campur tangan pihak ketiga, serta permasalahan lainnya yang bisa memicu timbulnya KDRT tersebut.

Baca juga:  Danlanud : Tanggung jawab adalah Harga Diri

Ceramah berkaitan dengan banyaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di kalangan masyarakat luas terlebih khusus lagi di lingkungan prajurit TNI. KDRT semakin meresahkan warga masyarakat terutama bagi kaum perempuan guna mengantisipasi dan meluasnya kasus tersebut.

Adapun narasumber pada acara ceramah ini, oleh Ibu Tina Purnamawati dari Badan Diklatda Provinsi Kalimantan Selatan, yang menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan KDRT adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

Dalam penjelasannya, yang merupakan lingkup tindakan KDRT adalah perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sebagian besar korban KDRT adalah kaum perempuan (istri) dan pelakunya adalah suami, walaupun ada juga korban justru sebaliknya, atau orang-orang yang tersubordinasi di dalam rumah tangga itu. Pelaku atau korban KDRT adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian dengan suami, dan anak bahkan pembantu rumah tangga yang tinggal dalam sebuah rumah tangga. Tidak semua tindakan KDRT dapat ditangani secara tuntas karena korban sering menutup-nutupi dengan alasan ikatan struktur budaya, agama, dan belum dipahaminya sistem hukum yang berlaku. Padahal perlindungan oleh negara dan masyarakat bertujuan untuk memberi rasa aman terhadap korban serta menindak pelakunya.

Baca juga:  DANLANUD SULAIMAN HALAL BIHALAL BERSAMA ANGGOTA

Dalam membangun serta membina kerukunan dalam hidup berumah tangga tentram dan sehat, harus memiliki dasar yang kuat seperti cinta kasih, saling percaya, komunikasi yang efektif serta saling pengertian antara suami dan istri dengan dilandasi kejujuran. Dengan didasari hal tersebut dalam membangun kehidupan keluarga yang utuh dan bahagia dapat tercapai,” katanya.

Kegiatan ceramah tentang KDRT tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata oleh Ketua PIA AG Cab.12/D.II Lanud SAM Ny. Dewiyana Erwin Sugiandi kepada Ibu Tina Purnamawati dari Badan Diklatda Provinsi Kalimantan Selatan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel