Berita

KELUARGA BESAR LANUD SUPADIO PERINGATI NUZULUL QUR’AN

Dibaca: 2 Oleh 15 Jul 2014Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Segenap warga Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 serta ibu-ibu PIA Ardhya Garini Cab. 19/D.I Lanud Supadio memperingati peristiwa Nuzulul Qur’an di mesjid Baitussalam, Selasa (15/7).

Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh ustadz Suberi yang melantunkan Surat Al Baqarah ayat 185 dan 186 dan saritilawah Serda Sri. Kemudian acara dilanjutkan sambutan Danlanud Supadio dan penyampaian tauziah dari ustadz H. Lukmanul Hakim, S.Ei dan diakhiri dengan doa.

Dalam sambutannya Danlanud Supadio Kolonel Pnb Tedi Rizalihadi, S.T mengatakan peristiwa Nuzulul Qur’an mempunyai makna yang sangat penting karena dalam peringatan semacam ini banyak hikmah yang dapat kita peroleh.

Hikmah tersebut, lanjut Danlanud dapat dijadikan petunjuk dan pedoman dalam menjalankan kehidupan yang kita hadapi dan bukan hanya itu peristiwa turunnya Al Qur’an dapat menjadi pelajaran kepada kita bahwa Al Qur’an harus menjadi pedoman bagi umat Islam.

“Sebagai insan yang beriman tentunya kita harus menjalankan semua perintah-Nya dan menjahui semua larangan-Nya dan mengagungkan serta mempelajari isi yang terkandung di dalam Al Qur’an,” kata Danlanud.

Baca juga:  Apel Kesiapan Satgas dan BKO Pengamanan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019

Sedangkan Ustadz H. Lukmanul Hakim, S.Ei dalam tausiahnya mengatakan sebagai umat dan pengikut Nabi Muhammad SAW tentunya kita tidak boleh jauh dari Al Qur’an. Karena di dalam Al Qur’an memuat segala macam pedoman dan petunjuk baik di dunia maupun diakhirat sehingga kita tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif.

“Dan apabila umat Islam sudah berpaling dan meninggalkan Al Qur’an maka untuk segeralah kembali ke Al Qur’an. Untuk itu marilah kita hidupkan di kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di kantor untuk selalu membaca Al Qur’an beserta artinya minimal 1 hari 1 halaman (one day one page),” ajak ustadz muda lulusan Gontor.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel