TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Keselamatan Terbang dan Kerja Jadi Prioritas Utama dalam Penugasan

By 10 Dec 2018 Berita
IMG_1642

TNI AU.  Kadislambangjaau Marsma TNI Agung Heru Santoso beserta tim Dislambangjaau memberikan ceramah Lambangja melalui kegiatan Road To Zero Accident (RTAZ) bertempat di Gedung Jupiter Lanud Adisutjipto, Jumat (7/12). Kegiatan RTAZ ini disambut oleh Danwingdikterbang Kolonel Pnb Deni Hasoloan mewakili Danlanud Adisutjipto.

Dalam kesempatan tersebut Kadislambangjaau menyampaikan bahwa kegiatan Road To Zero Accident merupakan upaya TNI Angkatan Udara dalam terus membangun budaya safety dalam setiap penugasan.  Pada awal tahun 2017 sampai saat ini, TNI Angkatan Udara telah berhasil mencapai Zero Accident dan  Pencapaian ini merupakan hasil kekuatan doa dan upaya serta kerja keras yang terus-menerus dilakukan mulai dari sisi pemeliharaan sampai dengan operasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Prestasi ini harus menjadi momentum yang tepat untuk terus membenahi organisasi TNI AU dalam membangun Safety Culture yang generatif, pembangunan safety culture ini akan berhasil apabila paradigm safety telah berhasil tertanam di setiap individu, kemudian diterapkan secara konsisten dalam organisasi dan akhirnya menjadi tujuan serta prioritas utama dalam organisasi, tegasnya.

Dalam kegiatan RTZA  tersebut disampaikan pula ceramah dari Letkol Kes T. A. J. Noegroho, Psi, yang menyoroti kondisi fatigue sebagai salah satu kelemahan yang dapat menjadi penyebab kecelakaan penerbangan. Menurut Kepala Bagian Psiklinis Depaeroklinik Lakespra Saryanto Jakarta ini, fatigue berkaitan dengan kondisi kurang tidur, perasaan subjektif terhadap rasa lelah, menurunnya respon psikomotor, atau hilangnya efisien dan ketrampilan. Menurunnya performance sebagai hasil dari akumulasi stres penerbangan.

Lebih jauh dikatakan, setiap Penerbang wajib mengetahui tanda-tanda penurunan performance. Serta dapat memangkas penyebab fatigue. Seperti, kebutuhan tidur yang kurang dan terganggu. Posisi duduk yang ‘dipaksa’ dan terbatas dalam penerbangan lama. Kekurangan nutrisi berhubungan dengan asupan makanan. Cockpit ergonomics dan equipment yang tidak nyaman. Noise serta vibration. “Blocking mental dan penyempitan perhatian akan pengaruhi Penerbang dalam mendapatkan data informasi sebagai dasar pertimbangan (judgement) sebelum keputusan diambi,l, ujar nya.

Ceramah-ceramah ini dilaksanakan secara bergantian oleh beberapa penceramah. Materi seperti Safety Reporting System: dan Tinjauan Aspek Psikologi yang bertujuan untuk mengungkap kecendrungan prilaku personel terhadap manajemen safety dan  Serta Sistem Informasi Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU. Kegiatan ini diikuti oleh para perwira, para instruktur penerbang, perwakilan personel satuan-satuan kerja di Lanud Adisutjipto serta Siswa Sekolah Penerbang.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Keselamatan Terbang dan Kerja Jadi Prioritas Utama dalam Penugasan