Berita

Keterangan Pers Pangkoopsau I Terkait Demo Warga di Lanud Suwondo Medan

Dibaca: 25 Oleh 18 Agu 2016Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., setelah mendapat laporan tentang aksi demo warga Sarirejo Kecamatan Medan Polonia Medan terkait kericuhan sengketa lahan masyarakat Sarirejo dengan pihak lanud Soewondo, segera terjun langsung ke lokasi kejadian di lanud Soewondo Medan, guna memberikan komando langsung kepada prajurit agar tidak terpancing tindakan provokatif dan menahan diri (16/8).

Pada hari senin pagi tanggal 15 Agustus 2016 terjadi aksi demo oleh warga Sarirejo terkait pembangunan rusunawa untuk prajurit yang berlokasi di Jalan Pipa, Lingkungan IX Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Polonia. Aksi demo yang semula berlangsung damai, berkembang menjadi tidak terkendali yang diawali dengan blokade jalan Adisutjipto oleh warga dengan memalang pohon dan aksi bakar ban di jalan.

Melihat aksi demo masyarakat Sarirejo yang awalnya berjalan damai, berkembang menjadi aksi yang sudah mulai mengkuatirkan, maka Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb Arifin Syahrier dan dimediasi juga oleh Bapak Camat Polonia Medan, Lurah Sarirejo, Kapolsek Medan Baru, serta bapak Moses Sihotang perwakilan warga yang mengaku sebagai wakil ketua Forum Masyarakat Sarirejo (FORMAS) mengadakan rapat untuk mencari solusi agar demo berjalan tidak anarkhis, yang bertempat di mes Kosekhanudnas III Medan.

Baca juga:  Prajurit Yonko 462 Paskhas Melaksanakan Donor Darah

Selanjutnya dilapangan dan disepanjang jalan terlihat aksi warga mulai tidak terkendali, dimana salah satu warga yang bernama Rahmat Suryadi melempari barisan pasukan TNI AU dengan air gelas plastik. Diketahui kemudian Rahmat ini bukan warga Sarirejo tapi warga dari luar dan saat diamankan dalam kondisi mabuk.

Setelah terjadi negosiasi dengan pihak Lanud Soewondo, maka diambil kesepakatan untuk mengembalikan Rahmat Suryadi kepada keluarganya dan warga berjanji akan membubarkan diri. Namun, entah kenapa warga mulai tersulut provokasi dan melakukan pelemparan batu kearah petugas. Bahkan ada indikasi warga akan merusak fasilitas umum dan Lanud dengan membakar ban dibawah gardu listrik yang sangat membahayakan keselamatan umum.

Melihat kondisi yang demikian, maka pihak Lanud mulai melakukan aksi pencegahan agar tidak terjadi bahaya kebakaran dan meminta warga kembali kerumah masing-masing. Namun, kerumunan masa malah semakin banyak, sehingga situasi semakin memanas, maka terjadilah peristiwa yang tidak kita inginkan bersama. Bentrokan antara warga dan Pasukan Lanud tidak bisa dihindarkan, terjadilah aksi lempar batu. Dalam situasi yang tidak terkendali ini, ikut menjadi korban dua rekan wartawan yang mengalami luka memar yang bernama Array dari Tribun Medan dan Safrin dari MNC TV dan 4 orang anggota Lanud soewondo juga mengalami luka-luka robek dan memar.

Baca juga:  Lanud Suryadarma Gelar Latihan Survival Dasar “Surya Sakti 2011”

Demikian gambaran umum kejadian bentrokan warga dengan pihak Lanud Soewondo yang disampaikan oleh Pangkoopsau I pada saat Konferensi Pers dengan para wartawan di Ruang VIP Lanud Soewondo Medan.

Pangkoopsau I pada kesempatan tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada para awak media yang ikut jadi korban dan warga masyarakat yang mengalami luka-luka. Semua terjadi dengan begitu cepat dan diluar dugaan kita semua. Kepada awak media yang mengalami luka, TNI AU akan memfasilitasi biaya perawatan dan bersedia mengganti kamera yang dilaporkan hilang.

“Saya selaku Pangkoopsau I akan berusaha terbuka dan jujur dalam masalah ini”, tegas Pangkoopsau I kepada awak media. Selanjutnya Pangkoopsau I akan melakukan pengusutan terhadap masalah ini dan tentunya bagi anggota yang melakukan hal-hal diluar prosedur akan diberikan sanksi yang tegas. Kepada prajurit TNI AU sudah saya perintahkan untuk menahan diri dan jangan terpancing provokasi, jawab Panglima.

Sementara itu Pangkoopsau I berharap agar pihak masyarakat menahan diri dan menyelesaikan kasus sengketa lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Lakukan dialog dengan pihak lanud untuk mencari solusi terbaik dan lebih mengutamakan musyawarah dan mufakat.

Baca juga:  Donor Darah Warnai Peringatan Hari Ibu di Yogyakarta

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel