Berita

KETUA BADAN PENGAWAS PRIMKOPAU LANUD HUSEIN S., LAKSANAKAN RIK TAKSI

Dibaca: 63 Oleh 24 Feb 2012Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Selaku Ketua Badan Pengawas Primer Koperasi TNI AU (Primkopau) Pangkalan TNI AU (Lanud) Husein Sastranegara, Mayor Psk Khairul Arifin, S.Pd., melaksanakan pengawasan dengan melakukan pemeriksaan terhadap mobil taksi yang yang tergabung dalam wadah Unit Taksi Primkopau Lanud Husein S., Kamis (23/2).

Dengan didampingi oleh Ketua Unit Taksi, PNS III/B Dusan Setyawan, S.Sos., anggota Satpomau dan beberapa staf lainnya, satu persatu taksi-taksi yang sedang ‘mangkal’ di parkiran Bandara Husein S., diperiksa kelengkapan surat dan kondisi fisik mobil.

Kelengkapan surat-surat yang harus dimiliki oleh para supir taksi tersebut antara lain SIM pengemudi, STNK, Kartu Identitas Pengemudi (KIP), Surat Izin Operasional, Kartu Pengawasan dan Buku Tera Meter Taksi. Sementara untuk fisik kendaraan pengecekan meliputi lampu mahkota, lampu onyx, argometer, air conditioner, radio panggil, nomor lambung taksi, no telepon, sampai dengan ‘body’ mobil terdapat kerusakan atau tidak.

Menurut Mayor Psk Khairul Arifin, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi dan Latihan (Kasi Opslat) Dinas Operasi (Disops) Lanud Husein, pemeriksaan ini perintah langsung dari Komandan Lanud Kolonel Penerbang Umar Sugeng, S.IP., SE., MM., guna penertiban taksi-taksi yang beroperasi di Bandara.

Baca juga:  Perwakilan Siswa SMP Angkasa Adisutjipto Ikuti Simulasi Manasik Haji

“Hal ini dilakukan agar dapat memberikan kenyamanan terhadap para penumpang pengguna jasa taksi bandara”, tegas Arifin. Lebih lanjut disampaikan pula bahwa setelah pemeriksaan dilakukan dan terdapat kekurangan agar segera diperbaiki kekurangan tersebut, apabila dilakukan pemeriksaan ulang dan pengemudi/pemilik taksi belum memperbaiki kekurangannya, tindakan tegas akan diberikan, “Bisa saja dicabut izin operasionalnya”, lanjut Arifin.

Menurut Dusan, taksi yang beroperasi melayani penumpang bandara mencapai 125 unit, dan pemeriksaan ini akan terus dilakukan hingga seluruh unit taksi dicek. Rata-rata setiap taksi memiliki dua orang pengemudi yang bergiliran mengoperasikannya.

Salah seorang pengemudi yang bernama Dedi, mengatakan bahwa sebagai supir, dia hanya menjalankan mobil milik majikannya, “Kalau ada kekurangan di mobil yang saya bawa ini, saya akan sampaikan ke majikan,” tutur bapak tiga orang anak ini. 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel