Berita

Ketua Perdospi : Setiap Accident Sebelumnya Ditandai Dengan Rangkaian Incident

Dibaca: 43 Oleh 23 Jun 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Dalam konteks penerbangan, setiap unsafe act selalu ada precondition for unsafe yang melatarbelakanginya. Prakondisi yang berkontribusi terjadinya unsafe action tersebut, sebagian besar berada dalam ranah aviation medicine.  Setiap accident biasanya telah ditandai sebelumnya dengan puluhan rangkaian incident,  bahkan ribuanunreported unsafe act

Demikian dikatakan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdospi) dr. Soemardoko Tjokrowidigdo, SpKP, Sp.M., pada Kongres Nasional ke-6 yang  bersamaan dengan digelarnyaIndonesia Aerospece Medicine Summit (IAMS) 2015 di Jimbaran Club Bali, belum lama ini. 

Dikatakannya bahwa selama ini Kementrian Perhubungan melaksanakan fungsi pembinaan kesehatan awak pesawat dan fungsi pengujian kesehatan untuk kelaikan terbang. Balai kesehatan penerbangan telah melaksanakan  fungsi medical care dan sekaligus melaksanakan fungsi medical assesor. Padahal menurut ketentuan ICAO, Rules Concerning Licences negara hanya berfungsi sebagai penilai akhir (final assessment). 

Jenis penyakit masyarakat Indonesia 50% didominasi oleh hipertensi, diabetes, stroke dan  penyakit jantung.  Penyakit jantung koroner penyebab kematian utama di Indonesia, dan para ahli bersepakat bahwa faktor risiko utama gaya hidup kebiasaan merokok berkontribusi besar terhadap angka tersebut. Bahkan ketika kalangan pilot yang berusia diatas 35 tahun melaksanakan medical check up di Balai Kesehatan Penerbangan Kementrian Perhubungan, 33% adalah perokok. 

Baca juga:  Charity Concert “Sembilu di Negeri Palu”dari Lanud El Tari untuk Saudara di Palu

Untuk meraih zero accident, Perdospi menyampaikan sikap kepada seluruh operator penerbangan dan kepada seluruh dokter spesialis kedokteran penerbangan, anggota Perdospi harus memberi contoh dalam perilaku dalam kehidupan sehari-hari terutama prilaku tidak merokok. Seluruh pilot Indonesia agar segera menghentikan kebiasaan merokok.  KNKT wajib melakukan investigasi terhadap semua serious incident dalam penerbangan, khususnya yang diduga sudden incapacitation kerena tiba-tiba pilot jatuh sakit.

Selain itu, pendidikan human factor aspek kesehatan penerbangan harus dimulai sejak dini menjadi awak pesawat, yakni sejak menjadi siswa flying school, dan muatan kesehatan penerbangan perlu masuk dalam kurikulum sekolah penerbangan. Sedangkan pembinaan kesehatan awak pesawat diserahkan kepada operator penerbangan, regulator hanya berfungsi sebagai asessor dalam uji kesehatan awak pesawat, ungkapnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel