Berita

Ketua Umum PIA AG: Menjadi Perwira Memiliki Tanggung Jawab Besar

Dibaca: 18 Oleh 20 Mei 2015Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Menjadi perwira tidaklah mudah, karena memiliki tuntutan dan tanggung jawab besar yang pada hakekatnya seorang perwira memegang peran penting sebagai motor penggerak TNI Angkatan Udara.

Demikian disampaikan Ketua Umum PIA AG selaku Ibu Karbol Ny. Bryantira Agus Supriatna dalam pembekalannya kepada Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU) tingkat II dan III di Gedung Sabang Merauke Ksatrian AAU, Selasa (19/5).

Dikatakan, bahwa pendidkan di AAU sesungguhnya tidak ada yang berat Taruna/Taruni, karena para Karbol sudah menjalani berbagai seleksi mulai tingkat daerah hingga tingkat pusat, mulai tes akademis, kesehatan, kesamaptaan maupun psikologi.

Keberadaan Taruna-Taruni di lembaga pendidikan ini dinilai mampu menjalani pendidikan militer matra udara yang memiliki instruktur maupun pengasuh berpengalaman dan mempunyai aturan yang jelas, terukur dan terkendali. Oleh karenanya patuhi dan ikuti aturan instruktur atau pengasuh, ujarnya.

Ibu Karbol menjelaskan, berbagai budaya serta gaya hidup berbagai belahan dunia di era globalisasi dan kemajuan teknologi tidak bisa dihindari lagi. Gaya hidup pergaulan bebas, penggunaan obat-obatan terlarang untuk mencari aktualisasi diri terus merasuki generasi muda, akibatnya percepatan penularan penyakit masyarakat berkembang dengan pesat. Untuk itu para Karbol pentingnya berhati-hati dalam pergaulan khususnya di lingkungan masyarakat.

Baca juga:  Pelatihan BHD Di Skadik 502 Wingdikum

Letkol Sus Zaitul Muclis dalam ceramahnya tentang membangun mentalitas prajurit yang agamis dan Sapta Marga. Agamis memiliki komitment keagamaan yang di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta agama menjadi motivasi meningkatkan etos kerja.

“Dengan memiliki kemampuan tersebut para taruna akan menjadi prajurit yang berkarakter kuat menjadi pemimpin”, ungkapnya.

Sementara presenter kondang Choky Sitohang menyampaikan tentang perjalanan panjang dalam karier hidupnya, yang sejak sekolah bercita-cita ingin menjadi tentara karena banyak keluarganya menjadi tentara, namun cita-citanya kandas dan memilih untuk kuliah.

Dengan keterbatasan biaya, kuliahpun bertahan hanya empat semester dan terjun menjadi wartawan sebuah harian ibu kota yang bertahan hanya tiga tahun, jelasnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel