Berita

Ketum PIA AG : “Istri Perwira harus paham tugas dan tanggung jawab suami”

Dibaca: 18 Oleh 14 Des 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Ny. Imam Sufaat memberikan pembekalan kepada Istri Pasis Sekkau A-88 di Kampus Sekkau, Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (14/12).

 

“Setelah menyelesaikan pendidikan Sekkau, Insya Allah suami ibu akan mulai berperan sebagai motor penggerak satuan. Oleh sebab itu tentu akan ada perubahan dalam tanggung jawab dan status sosial”, demikian disampaikan Ketua Umum PIA AG, Ny. Imam Sufaat dalam sambutannya.

 

Lebih lanjut Ketua Umum PIA Ardhya Garini menjelaskan, perubahan tanggung jawab dan status sosial tersebut harus dibarengi dengan perubahan pola pikir, pola sikap dan pola tindak ibu-ibu, dan itu tentu membutuhkan proses yang tidak mudah.

 

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. ”Untuk itu sebagai isteri Perwira perlu memahami tugas dan tanggung jawab yang dibebankan ke pundak suami sehingga mampu menempatkan diri sesuai tuntutan tugas yang diharapkan dari ibu-ibu”, tegasnya..

 

Dalam hal kemandirian, Ny. Imam Sufaat juga menyampaikan kepada para peserta untuk mampu memilah-milah, persoalan mana yang harus disikapi sendiri dan persoalan mana yang dapat diberitahukan serta dikonsultasikan dengan suami.

Baca juga:  BEBAN DAN TANGGUNG JAWAB BERAT BAGI PRAJURIT WANITA TNI ANGKATAN UDARA

 

“PIA Ardhya Garini tidak menghalangi atau berkeberatan apabila diantara ibu-ibu ada yang menjadi wanita karier, namun hendaknya tetap harus memiliki rasa memiliki terhadap organisasi kita ini”, tambahnya.

 

Penataran Istri Perwira Sekkau (Penatris) A-88 diikuti oleh 122 orang, terdiri dari 116 orang anggota PIA AG, 2 orang anggota Persit Kartika Candra Kirana, 2 orang anggota Jalasenastri dan 2 anggota Wara, yang bertujuan membekali para istri perwira dengan pengetahuan dan wawasan yang akan berguna saat menjalankan tugas dan fungsinya selaku pengurus organisasi PIA AG dan juga sebagai pendamping sang suami dalam kedinasan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel