Berita

Ketum Yasarini: Guru dan Murid Harus Paham Teknologi

Dibaca: 25 Oleh 06 Jul 2020Tidak ada komentar
Ketum Yasarini: Guru Dan Murid Harus Paham Teknologi
#TNIAU 

TNI AU. Proses belajar dan mengajar jarak jauh merupakan metode pendidikan berbasis teknologi, artinya para siswa dapat menyerap ilmu dari rumah dengan gurunya dengan menggunakan jaringan internet dengan menggunakan Handphone, laptop dan komputer, pembelajaran jarah jauh ini dengan berbasis teknologi, tentunya antara guru dan murid harus paham menggunakan teknologi dalam proses belajar dan mengajar.

Demikian apa yang dikatakan oleh Ketua Umum Yasarini Pusat Ny.Nanny Hadi Tjahjanto dalam kegiatan pelatihan daring pengembangan pembelajaran jarak jauh, yang dihadiri oleh Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Roesmin Nurjadin Ny.Irenne Ronny Irianto Moningka bersama Pengurus dan guru-guru Angkasa Lanud Rsn, bertempat di Mako Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru Sabtu (4/7/2020).

Ketum Yasarini Pusat Ny. Nanny Hadi Tjahjnto mengatakan, bahwa sekolah dari rumah merupakan salah satu dampak positif dari dampak covid 19 terhadap dunia pendidikan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga bagi negara negara-negara lain.

“Oleh karena itu pembelajaran jarak jauh merupakan metode pendidikan berbasis teknologi tidak bertatap muka secara langsung melainkan siswa bisa belajar dirumah dengan gurunya menggunakan jaringan internet dan sarana teknologi komunikasi Informasi seperti handphone dan laptop atau komputer,” kata Nanny.

Baca juga:  FUNBIKE WISATA

Ny.Nanny menjelaskan, bahwa komunikasi informasi khususnya dalam pemanfaatannya sebagai sarana belajar mengajar kalaupun tiga bulan menjelang akhir tahun ajaran 2019-2020 kita sudah menerapkan metode ini tetapi saya belum maksimal karena masih dalam masa transisi masih banyak aplikasi yang belum dioptimalkan.

“Karena timnya saat ini sudah masuk era revolusi industri four point zero para guru Sekolah Angkasa dari PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK harus bisa memberdayakan teknologi untuk mempermudah proses belajar mengajar,” ujar Nanny.

Selanjutnya Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd (Direktur Yayasan LPI Sabilillah Malang) dalam pengarahan nya mengatakan, tidak mudah mengatur anak-anak untuk tidak bertemu, anak-anak SMA-SMK, SMP, SD apalagi PAUD, apresiasi positif terhadap Yasarini Pusat yang telah mengembangkan dan memberikan pelatihan-pelatihan beberapa kali ke guru di sekolah angkasa

“Pendidikan berbasis teknologi berbasis IT, kita perlu hati hati, tetapi setiap sekolah harus tetap berjalan melalui teknologi,” lanjutnya.

Kemudian Profesor Abdur Rahman As’ari menjelaskan, membahas mengenai program kutikuler, kokurikuler, dan extra kurikuler, capaian pembelajaran, prinsip pembelajaran dan asesmen,pemanfaatan teknologi, pengembangan sof skills, kurikulum dari guru dan seperti menu, siswa ikut menentukan kegiatan belajar dan guru sebagai fasilitator serta penilaian formatif.

Baca juga:  Kolonel PNB David Ali Hamzah "Greathawk" Raih 2000 Jam Terbang

“Tugas guru, evaluasi kontrak belajar, dorong siswa melakukan refleksi, dorong siswa mengembangkan kontrak belajar, core thingking skills seperti,keterampilan memfokuskan, mengumpulkan informasi, mengingat, menata informasi, menghasilkan sesuatu, menganalisis, dan keterampilan memadukan atau integrasi dan intinya guru Sekolah Angkasa harus bisa gunakan teknologi.

Ketum Yasarini: Guru Dan Murid Harus Paham Teknologi

Ketum Yasarini: Guru Dan Murid Harus Paham Teknologi

Ketum Yasarini: Guru Dan Murid Harus Paham Teknologi

Ketum Yasarini: Guru Dan Murid Harus Paham Teknologi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel