Berita

Kisah Heroik 13 Penerjun Pertama Di Indonesia

Dibaca: 377 Oleh 18 Okt 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Dalam rangka memeriahkan HUT ke-70, Korpaskhas menggelar drama teatrikal sejarah cikal bakal terbentuknya pasukan payung pertama di Indonesia yang bertempat di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta, Senin (16/10).

Dalam drama tersebut kisah bermula dari surat Gubernur Kalimantan Pangeran Mohammad Noor tentang permintaan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia, agar dapat mengirimkan pasukan payung ke Kalimatan untuk membentuk dan menyusun gerilyawan dalam membantu perjuangan rakyat Kalimantan, mendirikan stasiun radio induk untuk keperluan membuka jalur komunikasi antara Kalimantan dengan Yogyakarta serta menyiapkan daerah penerjunan (dropping zone) bagi penerjunan selanjutnya.

Permintaan tersebut disambut baik oleh Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia saat itu, yakni Komodor Udara Suryadi Suryadarma dan ditunjuklah Mayor Udara Tjilik Riwoet untuk mempersiapkan prajurit-prajurit AURI yang akan diterjunkan di Kalimantan.

Pada tanggal 17 oktober 1947, dinihari, sebuah pesawat Dakota RI-002, dengan pilot Bob Freeberg dan co-pilot Opsir Udara III Suhodo take off dari Pangkalan Udara Maguwo, terbang menuju Kalimantan dengan melintasi lautan dan menelusuri hutan belantara. Bertindak sebagai jumping master adalah Opsir Muda Udara III Amir Hamzah dan sebagai penunjuk daerah penerjunan adalah Mayor Udara Tjilik Riwoet.

Baca juga:  UKP, Wujud Penghargaan dan Pengakuan Pimpinan

Ketiga belas prajurit AURI, berhasil diterjunkan di daerah Sambi, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Mereka adalah Heri Hadi Sumantri, FM Suyoto, Iskandar, Ahmad Kosasih, Bachri, J. Bitak, C. Willem, Imanuel Nuhan, Amirudin, Ali Akbar, M. Dahlan, JH. Darius dan Marawi.

Para peterjun tersebut belum pernah mendapat pendidikan terjun payung secara sempurna, kecuali mendapatkan pelajaran teori dan latihan di darat (ground training). Namun dengan penuh keberanian dan semangat patriotisme serta tekad untuk membela tanah air, mereka melaksanakan tugas mulia tersebut. Ini merupakan operasi lintas udara pertama dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Hadir pada pergelaran drama treatrikal tersebut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., Komandan Korpaskhas Marsda TNI T. Seto Purnomo, para Pejabat Tinggi TNI AU, para mantan Dankorpaskhas dan para purnawirawan Korpaskhas.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel