Berita

Kita Harus Berani Berubah untuk Perbaikan Doktrin TNI AU Kedepan

Dibaca: 16 Oleh 11 Sep 2015Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna menegaskan, untuk perbaikan TNI AU kedepan, seluruh prajurit TNI AU, khususnya pada level perwira harus berani melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud Kasau adalah yang terkait dengan perbaikan doktrin operasi udara dari yang ada saat ini menuju doktrin yang lebih visioner, guna menghadapi tantangan TNI AU kedepan yang semakin kompleks.

“Kita harus berani melakukan perubahan, para pewira TNI AU harus selalu berpikir dan merubah mind set-nya, terutama yang menyangkut pelaksanaan tugas-tugas TNI AU bidang Operasi Udara. Dengan perubahan tersebut, kita akan selalu lebih siap dalam menghadapi tantangan kedepan yang makin dinamis” tegas Kasau.

Penegasan tersebut disampaikan Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna saat memberikan evaluasi dan penekanan pelaksanaan Latihan Posko (Latposko) Angkasa Yudha 2015 di kampus Sekolah Staf dan Komando TNI AU (Seskoau) Lembang, Bandung, Kamis (10/9).

Kasau menambahkan, latihan Angkasa Yudha, yang nota bene merupakan latihan puncak TNI AU, hakikatnya merupakan barometer keberhasilan pembinaan latihan di satuan selama ini. Lebih dari itu, latihan Angkasa Yudha juga sekaligus sebagai ajang untuk menguji doktrin operasi udara, baik pada aspek strategis, taktis maupun operasional. Oleh karena itu Kasau minta agar seluruh pelaku latihan, termasuk kelompok Komando Latihan, selalu belajar dari kekurangan-kekurangan yang dihadapi dalam dinamika latihan  di lapangan.

Baca juga:  Danlanud Rsn Ajak Pelajar SMA/SMK Berimajinasi dan Kreatif

Skenario latihan bermula dari aksi negara musuh yang disimulasikan bahwa negara “Musang” mencaplok pulau Natuna, karena ingin menguasai sumber alam di Natuna. Setelah pembentukan Komando Gabungan (Kogab) TNI, Panglima Komado Tugas Udara Gabungan (Pangkogasud) bersama-sama Komando Tugas Gabungan lainnya, mendapat Perintah dari Pangkogab untuk merebut kembali pulau Natuna dari cengkeraman negara agreosor “Musang”. Kogasud, dengan seluruh perkuatannya dalam Satuan Tugas (Satgas) kemudian menyusun konsep operasi udara yang dituangkan dalam Rencana Operasi (RO) untuk diaplikasikan dalam maneuver lapangan, perebutan Natuna.

Latihan Posko (Latposko) Angkasa Yudha 2015, berlangsung selama empat hari, dari tanggal 7 hingga 10 September 2015. Latihan melibatkan ratusan prajurit TNI AU, dari Kotama-kotama TNI AU, seperti Kohanudnas, Koopsau, Korpakhas dan Balakpus yang terka

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel