Berita

Kita Kembali Merefleksikan Tekad Para Pemuda

Dibaca: 9 Oleh 31 Okt 2011Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Kita kembali merefleksikan tentang tekad para pemuda untuk mewujudkan satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa. Jangan sampai kita memperingati Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini hanya rutinitas, sehingga kehilangan makna. Demikian sambutan tertulis Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada saat peringatan hari Sumpah pemuda ke 83 yang dibacakan oleh Komandan Wingdiktekkal Kolonel Tek Agus yulianto pada saat upacara bendera dilapangan apel Skadik 303 Wingdiktekkal, Kalijati. Senin (31/10)

Menurut Menpora “Kita harus memaknai kembali sumpah pemuda sesuai dengan semangat sekarang tanpa kehilangan nilai-nilai dari Sumpah Pemuda itu sendiri. Itulah sebabnya, kita harus melakukan refleksi ke belakang, sekaligus kita harus mengantisipasi ke depan sejarah perjalanan bangsa dalam menghadapi tantangan baru dengan semangat nilai-nilai Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila, UUD 1945, dan dan Bhineka Tunggal Ika. Maka dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 tahun ini kita “Bangun pemuda indonesia yang berjiwa wirausaha, berdaya saing, dan peduli sesama”. Untuk melangkah menuju Indonesia yang berdaya saing dan bermartabat sangat bergantung pada karakter pemuda yang kokoh serta mengedepankan akhlak mulia di atas semangat persatuan dan kesatuan Indonesia.”

Baca juga:  PAHLAWANKU IDOLAKU

Menpora mengingatkan.Memasuki era baru Komunitas ASEAN pada tahun 2015 yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri Ke Indonesiaan. Tantangan baru ke depan untuk bangsa ini khususnya untuk pemuda Indonesia harus kita antisipasi.Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan para pemuda Indonesia di segala bidang, di setiap pelosok indonesia, untuk bisa bersaing dan memenangkan persaingan tanpa Kita mendorong dan aktif mempersiapkan orang muda untuk memasuki atau menjadi wirausaha, menciptakan lapangan kerja untuk dirinya dan untuk orang lain, memutar perekonomian Indonesia dan memajukannya, bukan saja hanya pada level nasional, tetapi juga pada level Internasional atau paling tidak pada level ASEAN.

Kehadiran Undang-undang No 40 Tahun 2009 tentang ke pemudaan maka pembangunan kepemudaan yang di laksanakan melalui pelayanan ke pemudaan akan lebih jelas, terarah, dan mengalami ke majuan yang terukur, khususnya pada aspek penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda sehingga daya saing suatu bangsa akan sangat di tentukan kemandirian dan kemampuan pemuda untuk selalu meningkatkan kualitas dan keunggulan dan sumberdaya manusianya . memang, pada saat ini, pemuda Indonesia masih di liputi permasalahan yang cukup kompleks. Sebagai bagian terbesar dari jumlah penduduk Indonesia pemuda harus di jadikan sasaran prioritas dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia sehingga menjadi generasi penerus yang maju dan mandiri. Tambahnya.

Baca juga:  Hut Pia Ardhya Garini Ke-59 Di Lanud El Tari

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel