Berita

Kodiklatau Laksanakan Upacara Peringati Sumpah Pemuda

Dibaca: 7 Oleh 30 Okt 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda Tahun 2017, Komando Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara melaksanakan upacara bendera di lapangan upacara Makodiklatau Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (28/10). Bertindak selaku Inspektur Upacara Komandan Kodiklatau Marsekal Muda TNI Eko Supriyanto, S.E., M.M. yang dihadiri oleh Para Direktur, Ir, Para Paban, Para Sahli, Para Danskadik diwilayah Jakarta, Pejabat Kodiklatau, prajurit militer dan ASN Kodiklatau serta jajaran wilayah Jakarta, sebagai peserta upacara, dan petugas upacara Skadron Pendidikan 502 Wingdikum, dengan Komandan upacara Letkol Psk Thohirin Mukminin, S.Pd yang berdinas di Itkodiklatau.

Dalam Pidato Menpora Imam Nahrawi, yang dibacakan Inspektur Upacara bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, tujuh belas tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Dari belahan barat Indonesia, terdapat nama Mohammad Yamin. Seorang pemuda kelahiran Sawahlunto Sumatera Barat yang mewakili organisasi Pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia kita menemukan nama pemuda Johannes Leimena, kelahiran kota Ambon Maluku mewakili organisasi Pemuda Jong Ambon. Ada juga Katja Sungkana dari Madura, ada juga Cornelis Lefrand Senduk, mewakili organisasi pemuda Jong Celebes dan 71 pemuda peserta kongres lainnya. Pemuda Indonesia tersebut berstu demi cita-cita besar Indonesia yang mereka sebut : “Berani Bersatu”.

Baca juga:  Pia Ardhya Garini CBS AAU Gelar Rapat Paripurna Jelang Sertijab Gubernur AAU

Dalam pidatonya Menpora juga menyatakan, ada pesan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia pertama Bung Karno yang mempunyai arti mendalam bagi generasi muda Indonesia yaitu “Jangan mewarisi abu sumpah Pemuda tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang yang sudah satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.” Pesan tersebut dimaknai sebagai pemuda Indonesia harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. Harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan apalagi golongan. Lebih lanjut Menpora juga menyatakan mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Pada Masa saat ini kita patut bersyukur dan berterimakasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo yang selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Bulan Juli 2017 yang lalu, Bapak Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Layanan Kepemudaan. Melalui Perpres ini peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus kita gelorakan. Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Saatnya kita Berani Bersatu untuk Kemajuan dan Kejayaan Indonesia.

Baca juga:  Penerbangan F-16 C/D TNI AU ke Guam Tertunda

Pada upacara Sumpah Pemuda selain Pidato Menpora, dibacakan pula Ikrar Sumpah Pemuda dan Pembacaan UUD Negara Repulik Indonesia Tahun 1945, juga Pengibaran Bendera Merah Putih. Selanjutnya Komandan Kodiklatau melaksankan foto bersama dengan Para Pejabat serta seluruh peserta upacara baik personel Militer dan ASN Kodiklatau dan jajaran.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel