Berita

KOHANUDNAS BUKA DUA PENDIDIKAN

Dibaca: 6 Oleh 13 Mei 2013Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Panglima Kohanudnas) Marsekal Muda TNI Hadiyan Sumintaatmadja yang diwakili oleh Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pertahanan Udara Nasional ( Danpusdiklat Hanudnas ) Kolonel Pnb Abdul Sukur, M. Si (Han) membuka secara resmi Kursus Air Defence System Simulator X dan Bintara Identifikasi/Filter VIII Tahun Anggaran 2013, yang diikuti oleh para Direktur, Kapokinst, Instruktur serta para siswa yang bertempat di Aula Pusdiklat Hanudnas Surabaya, Senin (13/5).

Kursus Air Defence System Simulator akan dilaksanakan selama empat bulan yang diikuti oleh 15 orang siswa dan Kursus Ba Identifikasi/Filter akan dilaksanakan selama dua bulan yang diikuti oleh 14 orang siswa yang ditandai dengan penyematan tanda siswa secara simbolis kepada perwakilan siswa.

Dalam amanatnya Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Hadiyan Sumintaatmadja yang dibacakan Komandan Pusdiklat Hanudnas mengatakan, Pendidikan kursus Air Defence System Simulator (ADSS) dilaksanakan dengan tujuan untuk menyiapkan personel agar mampu mengoperasikan maupun memelihara peralatan sehingga nantinya dapat digunakan di dalam Operasi Pertahanan Udara dan juga untuk kepentingan satuan lain dalam rangka uji protap serta uji rencana operasi yang nantinya akan menghasilkan suatu bentuk Operasi Pertahanan Udara dan Operasi Gabungan TNI yang akan digunakan dalam meningkatkan profesionalisme prajurit TNI khususnya TNI AU.

Baca juga:  Doa Bersama Keluarga Besar Lanud Sugiri Sukani

Sedangkan kursus Bintara Identifikasi/Filter diselenggarakan dengan tujuan untuk membekali dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi peserta kursus guna mendukung Operasi Pertahanan Udara.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, tugas personel Identifikasi/Filter cukup berat karena tidak hanya dituntut kecakapan dalam berfikir namun juga ketepatan dalam menentukan status sasaran udara baik sasaran yang berawak maupun tidak berawak, maka semakin cepat pelaksanaan Identifikasi, semakin cepat proses penindakan dapat dilaksanakan, tegasnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel