Berita

Kohanudnas Laksanakan Latihan Hanud Pasif

Dibaca: 76 Oleh 02 Sep 2020Tidak ada komentar
Kohanudnas Laksanakan Latihan Hanud Pasif
#TNIAU 

TNI AU. Dalam rangkaian Latihan Pertahanan Udara Perkasa A 2020, bertempat di Makohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu 2 September 2020, dilaksanakan pertahahan udara pasif.

Pelaksanaan kegiatan Operasi Pertahanan Udara Pasif dalam sistem Pertahanan Udara Nasional merupakan kelanjutan dari proses penindakan operasi Pertahanan Udara Aktif terhadap pesawat musuh yang berhasil lolos dari penindakan penghancuran. Military objective yang menjadi sasaran serangan pesawat musuh adalah Makohanudnas.   Dalam hal ini ada dua pesawat tempur negara Koala berhasil lolos dari penindakan Unsur Hanud Titik dan mengarah ke Makohanudnas jarak 25 NM. Tingkat derajat Waspada Kuning, segera laksanakan tindakan preventif

Menghadapai ancaman serangan dua pesawat musuh Kohanudnas melaksanakan pertahanan udara pasif. Mekanisme pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut: Pencegahan (Preventif) Segala upaya yang dilaksanakan untuk menghadapi serangan udara. Kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. Pamen Jaga Popunas memberikan informasi tentang tingkat waspada kepada Perwira Jaga Ksatrian Makohanudnas yaitu,  Waspada Merah artinya ada ancaman serangan udara musuh, Waspada Kuning artinya akemungkinan serangan udara musuh, Wapada Hijau artinya tidak ada ancaman serangan udara musuh. 2. Perwira Jaga Ksatrian bertindak ketika Waspada Merah yang artinya memerintahkan seluruh personel agar meningkatkan kesiapsiagaan serta masing2 berlindung / tidak berkeliaran,  Waspada Kuning artinya memerintahkan evakuasi personel dan materiil ke daerah aman,  Waspada Hijau artinya memerintahkan personel Kohanudnas tetap melaksanakan kegiatan rutin. 3. Derajat “Waspada Kuning” bahaya serangan udara sudah dekat, Piket Jaga Ksatrian melaksanakan: (1) Memukul lonceng terus menerus selama 2 menit. (2) Sirine dibunyikan terus menerus selama 3 menit. b. Personel Kohanudnas melaksanakan : (1) Hentikan kegiatan dan segera meninggalkan tempat kerja menuju hutan depan Makohanudnas. (2) evakuasi alutsista strategis ke tempat aman (depan mess Megantara) 2 (3) Selamatkan dokumen penting yang merupakan rahasia negara. c. Personel VIP/Pejabat. Segera evakuasi ke tempat aman didampingi personel Spri dan Kawal. Pencegahan (represif) segala upaya yang dilaksanakan setelah selesai serangan udara. Kegiatan setelah terjadinya serangan udara musuh adalah sebagai berikut: 1. Pamen Siaga Popunas berkoordinasi dengan Posekhanudnas tentang tingkat Derajat Waspada. Bila tingkat derajat Waspada Hijau, maka segera menginformasikan ke Perwira Jaga Ksatrian Makohanudnas. 2. Perwira Jaga Ksatrian memberikan tanda aman dengan memukul lonceng 1 kali terus menerus selama 2 menit. 3. Personel Pengamanan (Provoost dan Intel). Mengamankan daerah sekitar Makohanudnas dan tempat evakuasi dari hal-hal yang tidak diinginkan. 4. Personel Medis (Satkes). Melaksanakan pertolongan pertama terhadap korban dan bila harus dirujuk segera dievakuasi ke Rumah sakit rujukan terdekat. 5. Bila terjadi Kebakaran, Perwira Jaga Ksatrian segera minta bantuan Pemadam kebakaran terdekat. 6. Perwira tertua dalam masing-masing seksi/dinas melaksanakan : a. Pengecekan kekuatan personel dan materiil b. Mendata kerugian personel dan materiil.

Baca juga:  Kasau Dampingi Panglima TNI Resmikan 4 Koleksi Pesawat dan Museum Engine di Muspusdirla

Pelaksanaan kegiatan tersebut diikuti oleh semua anggota Kohanudnas baik militer maupun PNS dan berlangsung dengan aman.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel