Kohanudnas

Kohanudnas : Pentingnya Koordinasi Tangani “Force Down” Guna Memperkuat Sistem Keamanan dan Pertahanan Udara di Wilayah Udara Nasional

Dibaca: 479 Oleh 07 Sep 2020Tidak ada komentar
KOHANUDNAS : Pentingnya Koordinasi Tangani “Force Down” Guna Memperkuat Sistem Keamanan dan Pertahanan Udara di Wilayah Udara Nasional
#TNIAU 

Pen Kohanudnas. Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) menggelar latihan Bersama Penanganan Pelanggaran Pesawat Udara Asing Setelah Pemaksaan Mendarat (Force Down) bersama dengan 12 Kementrian dan Lembaga lainnya yang di gelar di Skadron Udara 45 Lanud Halim  Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Penanganan kasus pelanggaran pesawat asing yang berujung pada pendaratan paksa diperlukan koordinasi yang kuat di antara kementerian dan lembaga.

Dengan pengalaman terjadinya Force Down yang dilakukan TNI AU kepada Ethiopian Airlines pada 14 Januari 2019 yang lalu, telah memberikan peringatan kepada kita semua, terhadap pentingnya koordinasi antara kementerian dan lembaga, khususnya dalam penanganan pesawat udara yang telah di Force Down.

Latihan Bersama ini adalah tindak lanjut dari kegiatan penandatanganan Kesepakatan Bersama yang dipromotori oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2020.

Dalam operasi penegakan hukum dan pengamanan wilayah udara yang dilaksnakan oleh Kohanudnas sebagaimana diamanatkan dalam aturan perundang-undangan bukanlah pekerjaan yang mudah. Terlebih lagi dihadapkan pada luasnya wilayah udara nasional yang harus dijaga, serta keterbatasan sarana dan prasarana serta adanya kendala koordinasi. Namun hal tersebut bukan kendala atau alasan bagi Kohanudnas untuk dapat melaksanakan latihan bersama sebagai jawaban dari kendala birokrasi dan koordinasi antar kelembagaan yang terkait.

Baca juga:  Latihan Pertahanan Udara Nasional Perkasa” A” 2020 Dibuka

Diharapkan dengan latihan bersama ini dapat dijadikan sebagai SOP atau  pola operasional bersama yang nantinya dapat sebagai bahan sosialisasi khususnya kepada para personel pelaksana di daerah-daerah. Dalam latihan bersama tersebut seluruh personel yang terlibat dapat  melaksanakan tugas dan perannya secara efektif, efisien dan profesional serta terlihat pola urut-urutan pelaksanaan sesuai dengan tingkat urgensitas dan asesmen keamanan dan kesehatan terutamanya berkaitan dengan protokol kesehatan. Dengan keseriusan para perserta latihan serta koordinasi yang ketat maka latihan berjalan dengan lancar dan tujuan serta sasaran latihan dapat dicapai

Dalam acara latihan bersama penanganan pelanggaran pesawat udara asing ini dipimpin oleh TNI AU dan melibatkan tim investigasi terpadu di antaranya , Ditjen imigrasi, Ditjen Bea cukai, Ditjen Perhubungan Udara, Kesehatan Bandara dan Badan Karantina hewan dan tanaman. Tampak hadir pula dalam acara ini Menkopolhukam Mahfud MD, Wamenhan,  Kasum TNI, Pangkohanudnas, Asintel Panglima TNI,  Asops Panglima TNI para Asisten Kasau,  Pangkoops 1, Dankorpaskhas,  Danpuspomau, Pangkosekhanudnas I, Kadisbangopsau, Kadiskumau, Danlanud Halim Perdanakusuma dan para pejabat Kementerian/lembaga yang menangani pelanggaran pesawat asing.

Baca juga:  Media Interaction SU-SMEE 2018 di Lanud El Tari

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel