Berita

Kohanudnas Peringati Hari Pahlawan

Dibaca: 1 Oleh 18 Mei 2010Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjo, S.IP, bertindak selaku inspektur upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Pahlawan ke-64 tahun 2009, yang diikuti oleh para pejabat staf dan seluruh anggota Makohanudnas dan Kosekhanudnas I, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertempat di lapangan apel Makohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, (10/11).

 

Panglima TNI Jendral TNI Djoko Santoso dalam amanatnya yang dibacakan Pangkohanudnas mengatakan, upacara peringatan Hari Palawan pada hakekatnya merupakan ungkapan rasa syukur dan wujud penghormatan kita kepada para pahlawan kusuma bangsa yang telah memberikan contoh dan teladan, dengan pengorbanan yang melebihi dari yang seharusnya diberikan, dan dengan kegigihan, keteguhan dan militansi para pahlawanlah Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak dan kokoh berdiri.

 

Bagi TNI, memperingati hari bersejarah khususnya hari pahlawan hendaknya senantiasa dijadikan momentum untuk melakukan instrospeksi, apakah perjuangan bangsa masih segaris dengan perjuangan para pahlawannya, juga refleksi historis untuk memetik pelajaran dan hikmah dari setiap episode perjuangan nasional, untuk ditransformasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas TNI sehari-hari, serta momentum untuk mempersegar semangat, tekat dan prasetia mewarisi nilai kejuangan para pahlawan guna melanjutkan perjuangan nasional, demi tegaknya kedaulatan negara dan keutuhan NKRI lanjut Jenderal TNI Djoko Santoso.

Baca juga:  Susgumil Perwira A-49 Skadik 201 Lanud Sulaiman

 

Dengan dalih pembaruan pemikiran sebagai bagian dari proses reformasi nasional selama ini, eksistensi NKRI mengalami cobaan yang berat, hal itu tidak lepas dari semakin derasnya arus pengaruh perkembangan strategis global, regional maupun nasional yang turut andil menggoyahkan soliditas dan kohesivitas NKRI, dan tanpa kita sadari sebelumnya fundamen persatuan dan kesatuan akan mengalami terpaan, akibat gesekan dan benturan kepentingan. Kepentingan nasional yang cenderung menjadi subordinasi kepentingan kelompok dan kepentingan jangka panjang yang visioner dikalahkan oleh kepentingan sesaat yang pragmatis, tambah Panglima TNI.

 

Bentuk NKRI yang berdasarkan Panca Sila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati, oleh sebab itu,mari kita jaga NKRI yang telah didirikan oleh para pahlawan dengan segala pengorbanan yang teramat mahal itu, dengan senantiasa memelihara, meningkatkan persatuan dan kesatuan nasional, dan perkokoh NKRI melalui karya nyata sesuai contoh dan teladan para pahlawan serta kita jamin kelangsungan eksistensi NKRI melalui pelaksanaan tugas pokok TNI secara profesional, seru Panglima TNI.

Baca juga:  PIA AG Daerah II Koopsau II Melaksanaka Ketranpilan

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel